Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "Stefano Bollani"

Chick Corea & Stefano Bollani – Orvieto

Tags: , ,


Album: Orvieto
Label: ECM Records, 2011

01. Orvieto Improvisation No.1
02. Retrato Em Branco E Preto
03. If I Should Lose You
04. Doralice
05. Jitterbug Waltz
06. A Valsa Da Paula
07. Orvieto Improvisation No.2 / Nardis
08. Este Seu Olhar
09. Darn That Dream
10. Tirititran
11. Armando’s Rhumba
12. Blues in F

Chick Corea & Stefano Bollani - Orvieto

Chick Corea & Stefano Bollani - Orvieto

Layaknya seekor bunglon, legenda jazz Chick Corea punya banyak cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana ia berpijak. Entah tampil solo maupun grup, Chick ialah musisi pelampau batas kategori; dalam koridor tradisi, modern, elektrik pun akustik, ia sangat yakin atas segala kreasi yang ditampilkannya.

Sempat absen selama lebih dari 25 tahun, album ini sekaligus menandakan karya Chick yang dirintis oleh label ECM. Tercatat, karya terakhir sebelum Orvieto adalah Septet (ECM Records, 1985) bergaya musik kamar, menyertakan instrumen piano, kuartet gesek, flute, pula french horn, dengan pemain flute Steve Kujala yang sebelumnya berduet dengan Chick pada Voyage (ECM Records, 1984).

Album ini adalah piano berganda Chick dengan pianis Italia Stefano Bollani, direkam saat dinginnya akhir tahun 2010 di kota Orvieto, tempat berlangsungnya Umbria Jazz Winter Festival #18. Dalam kurun dua tahun sebelum rekaman ini, Chick telah lebih dahulu tampil duet bersama Stefano, seringnya pada festival-festival jazz di Italia, sehingga ikatan musikal antar keduanya sudah terjalin erat.

Format duet piano pernah dilakukan Chick, antara lain bersama Herbie Hancock (An Evening with Herbie Hancock & Chick Corea: In Concert, Columbia Records, 1978 dan CoreaHancock, Polydor, 1978), Nicolas Economou (On Two Pianos, Deutsche Grammophon, 1983), Friedrich Gulda (The Meeting, Philips, 1983), Gonzalo Rubalcaba (Rendezvous in New York (DVD), Image Entertainment, 2005), serta terakhir dengan pianis Jepang Hiromi Uehara (Duet, Concord Jazz, 2009).

Trek yang berjumlah selusin dalam Orvieto, menampilkan interaksi Chick dan Stefano; swing, bebop, ballad, blues, Afro-Cuban, hingga improvisasi bebas, mengalir deras menembus batas. Menyimak trek pembuka “Orvieto Improvisation No.1,” nyata bahwa keduanya merupakan pianis versatil, harmoni kompleks pun frase-frase rumit dimainkan tanpa beban, kemudian menjadi garapan improvisasi yang lebih disonan pada medley “Orvieto Improvisation No.2 / Nardis,” dibuntuti komposisi Miles Davis dalam pukau teknis pianistik.

Dua gubahan Antonio Carlos Jobim turut pula dibawakan, nuansa melankolia atas “Retrato Em Branco E Preto” serta manisnya “Este Seu Olhar” yang berdenyut bossa. Irama Brasilia kembali terdengar dalam “Doralice,” begitu lincah dan energik. Ada pula nomor berbasis tarian, “Jitterbug Waltz” dan komposisi Stefano, “A Valsa Da Paula.” Jazz standar “If I Should Lose You” mengayun kencang dalam geliat swing, sedangkan “Darn That Dream” menghadirkan dentingan sensitif Chick-Stefano lewat indahnya rangkaian melodi dan harmoni bernafaskan ballad.

Derap dan langkah flamenco tergambar di atas garapan “Tirititran,” berawal bebunyian perkusif dari tepukan hingga pukulan pada kayu piano, sebelum aksi kejar-kejaran yang menarik. Komposisi ternama “Armando’s Rhumba” kepunyaan Chick dimainkan secara intuitif dan presisi, hingga akhirnya berakhir dengan “Blues in F,” kembali kepada akar blues sampai pada titik didihnya.

“A single mind controlling all four hands,” ungkap Stefano tentang Orvieto, dan kutipan tersebut benar adanya. Aksi mengagumkan oleh Chick Corea dan Stefano Bollani, serta didukung kualitas rekaman yang prima dari ECM, album ini patut mendapat pujian. Salute!

Pemain

Chick Corea & Stefano Bollani: piano

Pianis Stefano Bollani raih Paul Acket Award 2009 untuk Artist Deserving Wider Recognition

Tags: ,


Paul Acket Award

Paul Acket Award

Terjawab sudah siapa pemenang penghargan Paul Acket Award – sebelumnya dikenal dengan nama Bird Award – tahun 2009 untuk kategori ‘Artist Deserving Wider Recognition’ yaitu pianis jazz asal italia Stefano Bollani.

Pianis yang sempat mampir ke Java Jazz Festival di Jakarta Maret 2009 silam akan tampil dan menerima award di North Sea Jazz Festival 2009 bersama bandnya ‘I Visionari’. “Stefano Bollani adalah pianis yang memiliki sound yang mencerahkan” ujar dewan juri yang terdiri dari Huub van Riel (Bimhuis), Koen Schouten (de Volkskrant) dan Hein van der Geyn (bassist yang juga pernah memenangkan Bird award).

Bollani berhasil menyisihkan nominator lain seperti Tineke Postma (saxophone), Esperanza Spalding (bass), Christian Scott (trumpet), dan Marcin Wasilewski (piano). bersama I Visionary, Bollani akan tampil di the Madeira venue pada 10 Juli mulai pukul 7.45 p.m waktu setempat.

***

Paul Acket Award ‘Artist Deserving Wider Recognition’ merupakan penghargaan tahunan, yang diberikan kepada artis yang berhak mendapatkan kesempatan dikenal lebih luas karyanya, menurut para juri.  Para nominator sebanyak lima orang dipilih oleh para kritikus jazz internasional dengan juri sebanyak tiga orang.  Pemenang tahun ini dipilih berdasarkan kriteria berikut:
- pemenang telah memulai karir profesionalnya setidaknya diusia 20 tahun;
- pemenang telah dikenal dikalangan industri jazz namun belum dikenal oleh khalayak ramai;
- penghargaan hanya diberikan khusus pada musisi jazz, bukan kepada performers yang memiliki keterkaitan dengan genre lain seperti soul, funk atau blues.

Penghargaan ini merupakan apresiasi pada individu atau grup yang memiliki kontribusi signifikan pada perkembangan musik jazz.

Paul Acket merupakan orang yang mendirikan North Sea Jazz Festival. Pria kelahiran Semarang 15 November  1929 ini memulai festival North Sea Jazz pada tahun 1976 di kota Den Haag, Belanda. Ia telah menghadirkan Miles Davis, Ella Fitzgerald, Lionel Hampton, Stan Getz dan Count Basie, sedikit dari banyak nama yang menghiasi North Sea Jazz Festival. Selain itu ia juga sempat mendirikan majalah Muziek Express.

Paul Acket meninggal dunia diusia 69 tahun pada 5 oktober 1992 di Scheveningen, kota tempat Konferensi Meja Bundar dilaksanakan.

***

Selain kategori diatas, Paul Acket Award juga diberkan pada Cees Schrama untuk kategori Special Appreciation. Sejak edisi pertama, Cees Schrama telah bekerja dalam berbagai kapasitas. Bagi pengunjung festival wajah Cees cukup familiar terutama ia yang mempresentasikan program di panggung Amazon venue (atau sebelumnya disebut PWA). Atas permintaan khusus dari Paul Acket, ia aktif di dewan yayasan North Sea Jazz Festival Foundation untuk waktu yang cukup lama.


In my music, I’m trying to play the truth of what I am. The reason it’s difficult is because I’m changing all the time. — Charles Mingus


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<