Dapatkan koleksi album Jazz Indonesia dan official merchandise Jazz Indonesia. Klik halaman Store dan Merchandise

Tag Archive | "wynton marsalis"

Jazz at Lincoln Center buka cabang di Doha, Qatar!

Tags: ,


Komunitas jazz yang berlokasi di New York, Amerika Serikat, Jazz at Lincoln Center (JALC), berencana untuk melebarkan sayap ke jazirah Arab, dengan mendirikan JALC di Doha, Qatar. Bekerjasama dengan St. Regis Hotels & Resorts, akan dibuka lima kelab jazz berkelas dunia yang dimulai pada April tahun depan.

Rencananya akan dibangun kelab dengan 120 kursi penonton, bagian dari anggaran sebesar satu milyar dolar untuk hotel mewah di Doha, arsitekturnya seperti Dizzy’s Club Coca-Cola di Manhattan, dengan interior, tata akustik, serta ciri khas eksterior dinding kaca, menyajikan pemandangan teluk Persia.

Dizzy's Jazz Club Coca-Cola

Dizzy's Jazz Club Coca-Cola

Jumlah penduduk sedikit dan kemakmuran melimpah atas sumber daya alam berupa minyak dan gas, Qatar telah berevolusi menjadi penghubung kultural di kawasan Timur Tengah, didukung pemerintahnya yang mengalokasikan dana untuk pendidikan dan seni guna diversifikasi ekonomi. Tahun 2008, telah dibuka Museum of Islamic Art, terarsitek I. M. Pei, dengan bentuk bangunan khas ziggurat berbahan dasar batu putih. Ada pula orkestra Qatar Philharmonic yang bermarkas di Doha. Tahun lalu, Mathaf: Arab Museum of Modern Art diresmikan, menampilkan 6000 karya seni. Dalam kurun tiga tahun terakhir, Tribeca Film Festival rutin digelar di Doha.

“Krisis finansial yang tengah terjadi, bukanlah alasan untuk menyerah, yang lebih penting adalah kesempatan berharga untuk interaksi budaya serta menyebarkan jazz kepada audiens baru,” terang Wynton Marsalis, trumpeter pula penata artistik JALC.

(Selections from) Swinging into the 21st: setengah abad Wynton Marsalis

Tags:


Raksasa jazz modern berjubah tradisi  Wynton Marsalis (lahir 18 Oktober 1961), merayakan ulang tahunnya yang ke-50 dengan merilis Selections from Swinging into the 21st(Legacy/Sony Music, 2011). Isinya adalah 14 trek yang dipilih sendiri oleh Wynton, terambil dari rangkaian 9 album yang digarap antara 1999-2000.

Wynton Marsalis - Selections from Swinging into the 21st

Wynton Marsalis - Selections from Swinging into the 21st

Di dalamnya adalah sari pati atas rekam jejak Wynton, baik sebagai trumpeter pula komposer, meliputi proyek musik kamar, tribute kepada jazz dan blues, septet, hingga scoring untuk ballet juga orkestra. Sembilan (ditambah satu) album tersebut antara lain:

A Fiddler’s Tale
Standard Time 4: Marsalis Plays Monk
At the Octoroon Balls/ A Fiddler’s Tale Suite
Big Train
Sweet Release & Ghost Story
Standard Time 6: Mr. Jelly Lord
Reeltime
Selections From the Village Vanguard Box
Marciac Suite
All Rise

Tentang proyek ekstensif tersebut, Wynton menulis, “Sepanjang tahun [1999] itu, mulai 1 Januari hingga 29 Desember, saya bekerja setiap hari, dari jam 5 pagi sampai pukul 1 atau 2 dini hari di keesokan harinya. Yang saya tahu hanyalah musik, musik, dan musik,” jelasnya.

Memperingati setengah abad Wynton Marsalis, sepuluh album di atas terpaket menjadi sebuah box set bersama Selections from Swinging into the 21st, seluruhnya menjadi 11 album memikat.

Wynton menambahkan, “Masing-masing album menampilkan gaya musik dan ansambel yang berbeda satu sama lain, dan merupakan suatu rangkaian unik atas garapan musik penuh tantangan,” ujarnya. “Faktor pengikatnya adalah jazz, yang merupakan landasan atas semua hal yang saya lakukan dan terus jalani,” tutupnya.

Wynton Marsalis & Eric Clapton – Wynton Marsalis & Eric Clapton Play the Blues

Tags: , ,


Album: Wynton Marsalis & Eric Clapton Play the Blues
Label: Reprise Records, 2011

01. Ice Cream (Howard Johnson/Robert King/Billy Moll)
02. Forty-Four (Chester Burnett/Howlin’ Wolf)
03. Joe Turner’s Blues (W.C. Handy)
04. The Last Time (Bill Ewing/Sara Martin)
05. Careless Love (W.C. Handy/Martha E. Koenig/Spencer Williams)
06. Kidman Blues (“Big Maceo” Merriweather)
07. Layla (Eric Clapton/Jim Gordon)
08. Joliet Bound (“Kansas Joe” McCoy/”Memphis Minnie” McCoy)
09. Just a Closer Walk With Thee (Tradisional)
10. Corrine, Corrina (Bo Chatmon/Mitchell Parish/J. Mayo Williams)

Eric dan Wynton asyik nge-blues. Itu saja.

Wynton Marsalis & Eric Clapton Plays the Blues

Wynton Marsalis & Eric Clapton Plays the Blues

Setelah beraksi duet bersama ikon musik Amerika Willie Nelson dalam Two Men with the Blues (Blue Note Records, 2008) beberapa tahun silam, kini pendekar trumpet Wynton Marsalis kembali hadir lewat hembusan blues memikat. Rekan duetnya kali ini adalah gitaris-pelagu Eric Clapton yang namanya telah melegenda. Album ini adalah rekaman live mereka di Jazz at Lincoln Center, New York, April lalu.

Wynton Marsalis & Eric Clapton Play the Blues mencantum sepuluh nomor blues kenamaan, mulai dari blues tradisional, New Orleans, boogie-woogie, hingga gubahan Eric yang mendunia, “Layla.” Tambah seru dengan sajian apik personil Jazz at Lincoln Center Orchestra pada rhythm section. Pembuka konser adalah “Ice Cream” yang jenaka, goyangan iramanya tak tertahankan. Eric sebagai pemandu lagu, sedangkan Wynton tampil memukau seperti biasanya. Anggota band lain turut pula berkontribusi signifikan lewat lincahnya semburan klarinet Victor Goines maupun petikan banjo Don Vappie.

Erangan khas Howlin’ Wolf ikut disuarakan Eric atas nomor “Forty-Four,” kalau mau bergabung dalam ritual blues khas Dixieland, simaklah “Joe Turner’s Blues” yang menampilkan sensitifitas jentikan gitar Eric bersambung lenguhan klarinet. Alunan swing menghiasi nomor “The Last Time” serta kental geliat boogie-woogie dalam “Kidman Blues.”

Aksi cabikan gitar Eric berpadu liarnya repetan trumpet Wynton memandu trek “Careless Love,” pula tembang “Layla” yang teraransir blues tradisional oleh sang trumpeter. Ternyata lagu itu bukanlah permintaan Eric, melainkan si pembetot kontrabas Carlos Henriquez. Selepas itu, penggitar yang dahulu tenar lewat band Cream dan The Yardbirds tersebut berujar, “saya agak terintimidasi berada di tengah-tengah musisi jazz akademik,” candanya.

Sebagai kejutan adalah bintang tamu legenda blues Taj Mahal, ia menyanyi di lagu “Joliet Bound” yang bergaya delta blues, juga sentuhan gospel pada “Just a Closer Walk With Thee.” Wynton, Eric, dan Taj Mahal menuntaskan konser dengan tembang “Corrine, Corrina” lengkap dengan tukar-menukar improvisasi atraktif. Seperti diungkapkan Wynton, “kami ingin pertunjukan ini terdengar seperti orang yang memainkan musik yang mereka kenal dan sukai, alih-alih sebuah proyek,” tandasnya.

Musikus:

Wynton Marsalis: trumpet
Eric Clapton: gitar, vokal
Taj Mahal: gitar, vokal

Marcus Printup: trumpet
Chris Crenshaw: trombon
Victor Goines: klarinet
Dan Zimmer: piano
Carlos Henriquez: kontrabas
Alan Jackson: drum
Chris Stainton: kibor
Don Vappie: banjo

200 nama masuk Nominasi Jazz Journalist Award 2011

Tags: , , , , , , ,


Asosiasi Jurnalis Jazz telah mengumumkan sekitar 200 nominator yang berpotensi memenangkan penghargaan di 39 kategori dalam karya musik dan karya tulis musik yang pengumumannya akan dilakukan dalam acara tahunan JJA Jazz Awards ke 15.

Sistem pemilihan pemenang adalah dengan pemungutan suara atau voting baik yang dilakukan oleh anggota resmi JJA yang terdiri dari para jazz writers, broadcasters, photographer dan produser new media.

Pengumuman dijadwalkan dilakukan pada konser  Gala di City Winery di New York City tanggal 11 Juni 2011. Penyerahan hadiah selain distreaming-kan secara live di website  jjaJazzAwards.org juga akan disebarluaskan lewat siaran satelit diseputar Amerika Serikat dan belahan bumi lainnya.

Para nominator tahun ini mencakup sejumlah nama yang sudah dikenal luas seperti legenda tenor sax Sonny Rollins, yang berusia 80 tahun maupun nama baru yang kini bersinar terang, gadis berusia 26tahun yang baru saja menyabet Grammy Awards untuk “Best New Artist” yang lain adalah bassis sekaligus vocalis Esperanza Spalding.

Beberapa nama lain yang juga masuk dalam daftar nominasi yaitu pianist Jason Moran, saxophonist Joe Lovano dan pianis Vijay Iyer.

“Finalists untuk penghargaan tahun 2011 membuktikan bahwa jazz adalah musik sepanjang waktu,” ujar Howard Mandel, presiden Jazz Journalists Association. “Tampilkan yang terbaik ketika muda, konsisten dengan hal itu dan musiknya akan jadi lebih baik.”

Terjemahan ucapan Mandel memang bisa dilihat dari daftar lain seperti nama musisi dikisaran usia 80-tahunan antara lain Muhal Richard Abrams, Jimmy Heath, Paul Motian, Phil Woods dan Wayne Shorter yang masuk dalam kategori Lifetime Achievement in Jazz (Heath dan Randy Weston bahkan menulis autobiography yang juga dinominasikan untuk kategori Book of the Year).

Dijajaran anak muda ada nama trumpeter Ambrose Akinmusire (27), saxophonist Darius Jones (32), pianist Gerald Clayton (26), dan saxophonist Jon Irabagon (32) yang masuk nominasi kategori Up and Coming Artist of the Year. Nama-nama lain yang juga masuk dalam nomiasi Vanguard Jazz Orchestra, Darcy James Argue’s Secret Society, Wynton Marsalis’ Jazz at Lincoln Center Orchestra, the John Hollenbeck Large Ensemble, Maria Schneider Orchestra and Mingus Big Band, seolah membuktikan bahwa senior-yunior mungkin tidak terlalu berpengaruh, karena keduanya bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk memenangkan penghargaan.

Pekerjaan memasukkan 200an nama nominator ini dilakukan oleh kurang lebih 60 anggota professional JJA selama kurang lebih 30 hari.

Yang menarik, ada juga penghargaan untuk para jurnalis yang mendedikasikan waktu mereka menulis musik yang kaya inspirasi ini. Sebut saja Amiri Baraka, Ben Ratliff dari New York Times, penulis dan pengarang paruh waktu Bill Milkowski, dan pengarang/kolumnis di New York Post Stanley Crouch.

Untuk kali pertama JJA juga mempersembahkan penghargaan untuk Shortform Online Jazz Video of the Year dan Photo of the Year.

***

Penghargaan yang diberikah oleh Asosiasi Jurnalis Jazz atau JJA Jazz Awards ini adalah penghargaan yang paling dikagumi dalam sejarah Jazz di Amerika Serikat sejak pertama kali diberikan pada tahun 1997.

Bersiap menanti North Sea Jazz festival 2009

Tags: , , ,


northseajazz09-esperanza-spalding-book.jpg

Esperanza Spalding menghiasi cover buku program North Sea Jazz Festival 2009

Buat anda yang merencanakan jadwal liburan bersama keluarga dan kebetulan ke Eropa, mungkin agenda berikut ini dapat menjadi salah satu pilihan. Festival tahunan, North Sea Jazz Festival yang digelar saban minggu kedua bulan Juli, yang digelar di Rotterdam – sejak tahun 2006, akan kembali digelar pada 10 hingga 12 Juli 2009 akan datang.

Festival yang sudah memasuki usia 34 tahun penyelenggaran ini merupakan festival jazz terbesar didunia dengan rangkuman style jazz mulai dari traditional New Orleans jazz, swing, bop dan free jazz, sampai fusion, avant-garde jazz serta elektronika jazz. Dan tak hanya berhenti pada musik jazz, pecinta jenis musik lain seperti blues, gospel, funk, soul, hip hop, R&B, world beat dan  Latin akan mendapati sebagai menu andalan. Faktanya saban tahun North Sea Jazz Festival mampu menyedot 60,000 hingga 70,000 pengunjung yang datang dari berbagai belahan dunia dengan 16 panggung dan kurang lebih 180 konser setiap malamnya.

Siapa saja yang jadi andalan tahun ini?

Dalam press release yang dibagikan sekitar awal Mei lalu, penyelenggara menyebutkan sejumlah nama seperti kolaborasi musisi jazz legendaris Herbie Hancock dengan pianis klasik Lang Lang. Seperti tahun-tahun terdahulu, selalu ada Artist in Residence yang untuk edisi kali ini adalah saxophonist dan komposer John Zorn, yang akan mengerjakan beberapa proyek khusus setiap harinya.

Lalu ada tema khusus seperti  “Blue Note” yang menampilkan Aaron Parks, Avishai Cohen, Arie Hoenig dan Melody Gardot serta Sabrina Starke dari Rotterdam. Dan “Jazz dari Jepang” yang terbagi dalam sub tema seperti Japan Club Jazz dengan Quasimode, Soil and Pimp’ Sessions, Kyoto Jazz Massive dan DJ Toshio Matsura. Lalu Japan Jazz dengan Satoh Masahiko & Saifa, Fujii Satoko Ma-Do, Otomo Yoshihide Orchestra, plus Hiromi dan Akiko Yano.

Beberapa nama besar lain yang akan menghiasi festival yakni, BB King, grandmaster of the trumpet, Wynton Marsalis, founder easy listening, Burt Bacharach, multi talenta Steve Winwood, dan bintang George Benson yang akan menyajikan ‘A tribute to Nat King Cole’. Masih ada nama-nama lain sepert SMV (Stanley Clarke, Marcus Miller dan Victor Wooten), dan pianis Cecil Taylor.

Sementara anak-anak muda penuh bakat seperti Adele, Duffy, bassis Esperanza Spalding dan Jamie Cullum, termasuk bintang soul Anthony Hamilton, Erykah Badu dan Raphael Saadiq, juga tak ketinggalan. Belanda sendiri akan mempresentasikan bintang-bintang jazz terbaiknya seperti Eric Vloeimans, Benjamin Herman, Wouter Hamel, Yuri Honing, Toots Thielemans, Candy Dulfer, Greetje Kauffeld, Sabrina Starke dan the Susanne Alt trio, serta lainnya.

Pertunjukan yang digelar di Ahoy, Ahoy-weg 10, Rotterdam ini mematok harga tiket harian € 75,-, 3-dayticket: € 179,-
All-in ticket: € 335,- sementara tiket spesial shows sebesar € 15,-. kecuali untuk konser Herbie Hancock & Lang Langsebesar € 30,-

Tertarik?, tiket pertunjukan dijual secara online lewat halaman http://www.northseajazz.com/en/content/ticket_sale.aspx, sementara akomodasi disana juga dapat dilayani melalui situs tersebut. Anda tinggal mengontak biro perjalanan langganan anda untuk memastikan seat perjalanan anda tak kehabisan.

Selamat berlibur dan menonton!


A jazz musician is a combination orator, dialectician, mathematician, athlete, entertainer, poet, singer, dancer, diplomat, educator, student, comedian, artist, seducer, public masturbator, and general all-round good fellow. — Steve Lacy


Berlangganan Newsletter WartaJazz
 
<