WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia WartaJazz - Banner Jazz
       
         

 

   


WAWANCARA DENGAN AMINA FIGAROVA


Amina Figarova adalah pianis kelahiran Adjerbaizan yang beberapa waktu lalu tampil dalam acara JakArt@2001, sebuah perhelatan budaya yang berlangsung selama sebulan dengan menghadirkan berbagai pekerja seni dari perlbagai negara dengan mengambil setting beberapa tempat hiburan/pertunjukan seni di Jakarta. Wawancara ini berlangsung di salah satu hotel dikawasan Gelora Bung Karno, seusai penampilan terakhir mereka di Erasmus Huis. Berikut ini petikannya :


WartaJazz (WJ) : Bisa ceritakan kepada kami kapan awalnya anda memainkan musik?

Amina Figarova(AF) : Saya memulainya diusia yang cukup dini. Sebenarnya ini merupakan hal yang tidak disengaja, karena dirumah kami memiliki piano. Usia saya saat itu kira-kira 2 tahun. Tentu saja yang saya lakukan adalah menyentuh bar-bar piano disana-sini hingga menimbulkan suara yang berbeda-beda tergantung pada bagian mana saya menyentuhnya. Saya mulai mendengarkan melodi karena adanya radio dan tv. Kemudian saya mendapatkan kesempatan masuk sekolah untuk anak-anak yang berbakat dibidang musik.

(WJ) : Bagaimana situasi di Azerbaidjan pada saat itu?

(AF) : Sebagai bagian dari Uni Soviet(USSR), musik klasik sangat mendominasi. Sisi baiknya adalah atmosfir musik disana cukup bagus. Di sisi lain, pemerintah Rusia berusaha menjauhkan masyarakat dari budaya khas mereka sendiri. Dan ini berakibat pada masyarakat Azerbaidjan secara keseluruhan.

(WJ) : Anda mulai mengkomposisi ketika berusia 3 tahun, apa yang sebenarnya anda lakukan?

(AF) : Saya kebetulan mendapatkan perhatian dari keluarga. Ibu dan nenek saya mengatakan cobalah mainkan untuk saya "pohon", "laut", "sungai", "burung" dan seterusnya. Tentu saja saya masih belum mampu menulis, namun keluarga yang memberikan semangat membuat semakin berkeinginan memainkan piano.

(WJ) : Apakah anda berasal dari keluarga dengan latar belakang musik?

(AF) : Tidak juga. Dikeluarga kami, tidak ada seorangpun yang menjadi pemusik. Namun seluruh anggota keluarga memiliki perhatian dan ketertarikan yang lebih terhadap musik. Musik merupakan bagian penting bagi kebudayaan kami. Dan kebudayaan merupakan bagian penting bagi kehidupan. Kemanapun kamu pergi pasti akan menemukan musik. Musik ada dimana-mana.

(WJ) : Jenis musik apa yang banyak diputar di keluarga anda?

(AF) : Keluarga saya sebenarnya menyukai musik jazz dan tentu saja, klasik. Meski keluarga kami bukanlah keluarga pemusik, ketika kami berkumpul nenek saya memainkan beberapa instrumen. Selain klasik, juga beberapa musik khas Rusia.

(WJ) : Anda mendapatkan kesempatan belajar piano disekolah untuk anak berbakat, bisa diceritakan kejadiannya?

(AF) : Ini merupakan sistem yang diciptakan oleh Pemerintah Uni Soviet bahwa setiap anak harus lulus ujian dan berusia 7 tahun. Materi yg diujikan pada dasarnya segala hal yang berkaitan dengan musik dan hal-hal lain seperti pelajaran umum atau matematika, dst. Seperti umumnya orangtua, mereka mengajak saya melihat-lihat dulu sekolah-sekolah yang ada. Umur saya saat itu 6 tahun. Dan seperti pada umumnya anak-anak, saya bosan karena harus duduk diam dan memperhatikan. Namun pada saat itulah, ketika saya melihat anak-anak lain sedang di 'tes' saya mengatakan, "Saya juga bisa bermain seperti itu". Tentu saja hal tersebut ditanggapi sebagai ocehan anak kecil. Salah seorang guru disana kemudian memberikan kesempatan pada saya untuk 'membuktikan' kemampuan saya bermain musik. Karena saya tidak bisa membaca, akhirnya saya mencoba memainkan musik yang saya dengar dari tv dan radio - yang notabene bukanlah program yang diminta disana, hasilnya mereka terkagum-kagum. Untuk memastikan mereka mengecek kemampuan pendengaran saya, hasilnya saya bisa mendapatkan kesempatan satu tahun lebih cepat untuk masuk sekolah tersebut. Ibu saya sempat terkejut sebab tujuan semula adalah hanya meninjau sekolah tersebut.

(WJ) : Wow, sangat mengagumkan. Anda kemudian melanjutkan ke State Conservatory of Baku. Apa yang anda pelajari disana?

(AF) : Saya belajar musik klasik. Conservatory ini merupakan sekolah yang bagus. Saya mendapatkan banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai konser dan kompetisi di Uni Soviet.

(WJ) : Apakah pada saat itu anda dengan sadar memilih musik jazz daripada klasik sebagai spesialisasi?


(AF) : Ya dan tidak. Saya selalu menyukai jazz. Apalagi jazz merupakan musik yang cukup populer bagi masyarakat Azerbaidjan. Ya segala jenis musik yang masih ada kaitannya dengan jazz. Dan kebanyakan orang ditempat kami tidak menyukai musik rock. Saya terus berlatih kemampuan klasikal piano saya. Dan sampai saat itu saya masih tidak dapat memutuskan apakah bermain jazz atau klasik saja.

(WJ) : Bagaimana pengaruh media terhadap musik baik jazz dan klasik di Uni Soviet pada masa-masa ini?

(AF) : Di Uni Soviet musik klasik mendapatkan tempat yang luas serta populer di masyarakat. Begitu pula halnya dengan musik jazz. Walaupun demikian 'jazzscene' disini lebih banyak didominasi musisi luar Uni Soviet.

(bersambung)



Kembali ke Halaman Wawancara

Kembali ke Halaman Depan


 

        Copyright © 1996-2007 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net