 |

Jazz News
Jazz Agenda
Jazz Indonesia
Jazz New Releases
Jazz Store
Jazz Ticket Box
Jazz Style
Jazz Birthday
Jazz Wawancara
Jazz Festival
Jazz SMS gratis!
Jazz Radio
Sekilas Warta
JAKART@2005
Indonesia Open Jazz 2005
28th Jazz Goes to Campus
Bali Jazz Festival 2005
Nusa Dua Jazz Festival 2004
Java Jazz Festival 2005
Asia Africa World Jazz 2005
Indonesian Jazz Archives
|
|
|
WAWANCARA DENGAN ANNA-LENA LAURIN-BERGCRANTZ
Inger Anna-Lena Laurin-Bergcrantz merupakan salah satu penyanyi jazz
asal Swedia yang cukup disegani. Ia lahir dari Halmstad, sebuah kota kecil
di Swedia tanggal 31 Oktober 1962. Wanita yang menyukai warna merah anggur
ini merupakan pentolan dari kelompok Vakna min Bulle bersama sang
suami Anders Bergcrantz. Salah satu CD-nya Dance in Music mendapatkan
pujian dari para kritikus jazz. Berikut ini petikan wawancara kami dengan
Anna-Lena Laurin :
WartaJazz (WJ) : Bisa diceritakan sedikit mengenai latar
belakang anda?
Anna-Lena Laurin(AL) : Saya tumbuh dari sebuah keluarga
disebuah kota kecil di Swedia bernama Halmstad. Kami tiga orang bersaudara
yang kesemuanya perempuan. Hanya sayang yang menggeluti musik, namun kakek
saya bermain fiddel dan banyak memberikan inspirasi ketika saya masih
berusia sekitar 5-6 tahun. Keluarga kami sendiri adalah keluarga besar.
Dengan empat orang anak yang masing-masing 17, 15, 12 dan 9 tahun. Saya
menikah dengan solois trumpet Anders Bergcrantz. Ia juga merupakan
salah satu musisi favorit saya karena suaranya yang hangat, kencang dan
lirik-lirik yang dimainkan penuh dengan energi.
WJ : Kapan persisnya anda pertama kali tertarik untuk bermain jazz?
Anna-Lena Laurin(AL) : : Bisa dibilang saya jatuh cinta dengan
jazz ketika saya bertemu dengan suami saya. Ia memperlihatkan pada saya
musik yang benar-benar menyentuh perasaan yang terdalam. Musik sendiri
selalu menjadi hasrat yang utama, namun sebelum bermain jazz sebenarnya
saya selalu memikirkan musik yang saya mainkan dan terkadang terasa kurang.
Saya membutuhkan swing, ritme dan kebebasan yang saya temukan dalam jazz.
Saya pikir ini merupakan sebuah ekspresi individu dan itu benar-benar
cocok dengan saya. Jadi jika kamu memutuskan untuk memainkan musik ini,
maka cobalah mencintainya, kalau tidak rasanya jadi tidak mungkin.
WJ : Apakah kamu juga mendapat pengaruh dari musisi ternama misalnya?
Anna-Lena Laurin(AL) : Salah satu rekaman yang pernah diperlihatkan
suami saya adalah karya Wayne Shorter dalam album 'Speak no evil'
dan saya merasa ini merupakan musik yang ingin saya mainkan. Itu muncul
secara tiba-tiba dan sangat berarti untuk saya. Yang lainnya mungkin Anders
Bergcrantz, 'In this together' juga salah satu album yang benar-benar
berkomunikasi dengan para pendengarnya. Anders banyak memberikan masukan
pada musik saya. Ia sangat berbakat. Dan sebenarnya ini merupakan sebuah
anugerah dapat hidup dan dekat dengannya. Bisa berdikusi, mendengarkan
musik bersama, saling memberi advis dan seterusnya. Saya banyak belajar
dan terinspirasi dari hal itu. [Selain itu] inspirasi juga datang dari
kehidupan, anak, keindahan alam, dan Swedia merupakan negara yang cantik.
WJ : Apa album favorit kamu?
Anna-Lena Laurin(AL) : Album kesukaan saya antara lain,
Wayne Shorter 'Speak no evil' dan Anders Bergcrantz 'In
this together'. Dua album ini sangat spesial buat saya. Selain itu saya
juga masih punya beberapa favorit yang lain seperti seperti penyayi Swedia,
Monica Zetterlund, 'Walz for Debbie' bersama Bill Evans, Herbie
Hancock 'Takin´off', (Saya suka dengan permainan Dexter Gordon
disini), Miles Davis 'Kind of Blue', Nancy Wilson with Canonball
Adderly, Art Blakey 'Free for All', lagu 'Have you heard' dari Pat
Metheny, dan beberapa komposer klasik yaitu Debussy, Ravel, Nielsen,
Stravinsky. Terus lagi penulis lagu asal Brazil, Antonio Carlos
Jobim. Dan yang lainnya.
WJ : Anda juga suka membaca dan nonto film, ada buku dan film kesukaan?
Anna-Lena Laurin(AL) : Berikut ini beberapa buku yang saya suka.
1. Finish author Mika Waltari´s "Sinhue the Egyptian".
2.Books of John Steinbeck,
3.Books of Fredrick Forsyth, especially "The Jackal".
4."A Confederacy of Dunces" by John Kennedy Toole.
5.Swedish author Niklas Rådström, "Ängel bland skuggor" yang berarti 'Angel
among shadows'.
Sementara untuk film saya menyukai :
1. "The remains of the day", bersama Anthony Hopkins, (Orang Inggris secara
umum sangat baik dalam film ini).
2. The English patient
3. Ingmar Bergman 'Fanny and Alexander.
4. Francis Ford Coppola´s "The Godfather", 1 dan 2
5. The world of Antonia (sebuah film Belanda)
.
Kembali ke Halaman Wawancara
Kembali
ke Halaman Depan
|
|
 |