![]() |
|
![]() |
||||
|
(DS) : Merekam musik sebenarnya relatif cepat. Sekitar dua hari di studio dan beberapa kali latihan pemanasan dan gig sebelum rekaman untuk mempersiapkan musi[yang akan dimainkan]. Saya dapat meyakinkan bahwa musiknya sudah siap bahkan sebelum kita mulai latihan, dan itu merupakan saat yang baik untuk belajar [satu sama lain] sebagai sebuah grup. Bagian yang agak panjang dalam proses ini dan album sebelumnya adalah menunggu perusahaan rekaman merilis album tersebut. Untuk "Bigs" misalnya, membutuhkan satu tahun setelah kami menyelesaikan album ini dan menyerahkannya ke perusahaan rekaman [Naxos Jazz]. (WJ) : Bagaimana kedekatan anda dengan para pendukung album 'Bigs' ini? (DS) : Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan para musisi, mereka adalah orang-orang yang saya kagumi dan saya banyak belajar dengan mendengarkan dan main bersama mereka. Mereka itu para musisi yang berempati dan bereaksi terhadap hal-hal di lingkungan sekitar mereka. Oleh sebab itulah saya berfikir bahwa mereka sangat kompak dan beruntung bisa bermain dengan mereka. (WJ) : Apa rencana selanjutnya setelah album 'Bigs' ini? (DS) : Saya ingin terus bermain dibanyak tempat dan terus memperbaiki diri sebagai seorang musisi. Saya ingin berkelana dan bermain diberbagai belahan dunia. Sedang untuk rekaman, saya selalu mencoba hal-hal baru untul album selanjutnya. Dan saya ingin rekaman lagi dengan para pendukung album 'Bigs'. Mungkin ada beberapa tambahan pemain alat tiup juga. Terpikir pula untuk membuat album balada kelak. Saya menyukai bermain lagu-lagu jazz standar atau karya sendiri, dengan itu saya berharap juga bisa rekaman. Tentu saya harus melihat peluang yang ada, kira-kira berapa budget yang dibutuhkan untuk rekaman jika perusahaan rekaman tertarik dengan musik saya. Dan terakhir saya akan terus berusaha bikin rekaman terbaik dengan musisi-musisi ternama. (WJ) : Apakah ada anggota keluarga yang juga bermain musik? (DS) : Ada. Saudara laki-laki saya seorang pengajar paduan suara dan ia juga bernyanyi untuk acara teater musikal dan opera. (WJ) : Bisa cerita sedikit mengenai keluarga dan apa pendapat anda mengenai mereka? (DS) : Ayah saya seorang artis dan memiliki kepekaan terhadap musik secara alami dan bagus. Sedangkan ibu saya seorang guru sekolah. Mereka berdua adalah orang tua yang baik dan banyak mendorong keinginan saya untuk bermain saksofon. (WJ) : Kapan mulai tertarik bermain jazz? (DS) : Saya rasa saat usia 10 tahun. Saya [waktu itu] mendengarkan sebuah big band sedang rekaman. Mulai saat itu saya sering membawa saksofon ke sekolah. Saya mendengarkan sedikit musik rock and roll saat remaja namun ketika bermain saksofon saya merasa lebih tertarik ke jazz. Saya kemudian mengembangkan apresiasi untuk segala macam nuansa, warna dan kepribadian dalam musik dan kerap kali muncul bayang romantisme jika bermain disebuah jazz club saat saya masih kanak-kanak. (WJ) : Apakah anda juga tertarik berkolaborasi dengan beberapa musisi lokal dan menemukan sound-sound baru? (DS) : Sudah pasti saya tertarik dengan berbagai style dan mempelajarinya. Seringkali saya hanya mendengarkan bagaimana cara yang dipakai orang lain untuk berkomunikasi dengan musik. Dan kemudian mengambil pelajaran yang baik dari hal tersebut. Saya tidak berusaha melakukan perubahan terhadap apa yang sudah dilakukan, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa permainan saya akan memberikan efek yang positif dari perspektif dunia yang berbeda. (WJ) : Apa filosofi dari musik anda? (DS) : Filosofi
saya untuk musik adalah terus berkembang, belajar dan berimprovisasi.
Mencoba untuk selalu berpikiran terbuka tanpa harus kehilangan jati diri
dan gaya individual saya. Dan tentu saja menikmati hubungan dengan orang
lain dalam musik. |
|
||||
| Copyright © 1996-2007 Warta Jazz.com All right reserved Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net |
||||||