 |

Jazz
News
New
Releases updated!
Jazz
Agenda
Jazz
Store
Jazz
Style
Jazz
Birthday
Jazz
Wawancara
Jazz
Festival
Jazz
SMS gratis!
Jazz
Radio
Sekilas
Warta updated!
JAKART@2001
Indonesia
Open Jazz
Jazz
Goes to Campus

Brand
X - The X Files...
Bintang
Indrianto - Jazzybass
Pendulum
- Legenda
More....

Sarah
Jane Cion
simakDialog
RIZA
ARSHAD
More...

Gunter
Adler Quartet
Nial
Djuliarso Trio
Rita
Reys
More...

Remaja
& Jazz
Demokrasi
dalam Jazz
Jazz
+ Rock = Fusion???
More...

Musisi
& Artis Jazz
Label
Rekaman Jazz
Festival
Jazz
Majalah
Jazz
Situs
Jazz
More...
Tentang
Warta Jazz
Kru
Pendukung
Kontak
Kami
|
|
|
WAWANCARA DENGAN ELLERY ESKELIN
Oleh : Ajie Wartono*)
Musisi jazz kelahiran Whicitta Kansas pada 16 Agustus 1959 ini tergerak
untuk memainkan jazz karena pengaruh ibunya yang menjadi musisi professional
dan bermain organ, setelah banyak bermain dengan band-band lokal Ellery
Eskelin pada tahun 1977 mendaftarkan pada suatu institusi untuk belajar
saxophone klasik dengan Joseph Briscuso selain juga belajar woodwinds
(flute dan klarinet) pada beberapa anggota pemai n
Baltimore Symphony Orchestra, Ellery kemudian bermain jazz dan
menjadi anggota Towson State Jazz Ensemble pimpinan Hank Levy.
Pada tahun 1981 dia lulus dengan gelar Bachelor of Science untuk music
Performance. Pada tahun 1983 hijrah ke New York dan meneruskan studi pada
pemain saxophone Geoge Coleman dan David Liebman. Tahun 1987 Ellery berkesempatan
rekaman bersama pemain trumpet terkemuka Paul Smoker dan juga bassist
Drew Gress dalam album Joint Venture . Akhir tahun 80-an tour
ke Eropa dan membuat beberapa rekaman bersama musi jazz kondang Phil
Haynes dengan ensemblenya "4 Horn & What?"
Debut pertama Ellery dalam rekaman solonya dimulai pada tahun 1988 dibantu
oleh Drew Gress dan Phil Haynes, dia membentuk Trio dan
merekam album pertamanya "Setting The Standard" dibawah label Cadence
Jazz, disusul album keduanya "Forms" pada tahun 1990 dibawah label
Open Mind. Disamping itu Ellery juga masih bermain dan membantu
beberapa proyek musisi lain seperti Joey Baron dengan grupnya "Baron
Down".
Ellery dalam membentuk sebuah grup sering memunculkan ide-ide yang baru
diman dia membentuk grup dengan memakai musisi-musisi dengan instrumen-instrumen
yang tidak lazim dan juga rhythm section yang tidak standard dan hal ini
menawarkan sesautu yang lain dari musiknya. Seperti pada tahun 1994 Ellery
bersama Andrea Parkins yang memainkan Accordion dan sampler dan
Jim Black yang bermain perkusi dan drum membentukj sebuah Trio
dan debut pertama Trio tersebut direkam di label Songline bertitel
"Jazz Trash" pada tahun 1995. Album ini menawarkan sesuatu yang baru dan
konsep yang baru, keunikan dan kepiawaian Ellery baik sebagai komposer
maupun performer banyak mendapat sambutan yang positif dari para pengamat
musik jazz. Beberapa album selanjutnya dari Trio ini banyak di rekam di
label independen terkemuka hatOLOGY, album "Five Other Pieces (+2)"
yang dirilis tahun 1988 mendapat kategori Excellent dari DownBeat Magazine,
dan pada tahun itu pula Ellery mendapatkan gelar dan menduduki rangking
teratas "Talent Deserving of Wider recognition" dari Annual Critics
Poll ke 46 majalah Down Beat dan majalah ini mengomentari Ellery "One
of great emergent talents of our time" dan "A major player in today's
creative music", sedangkan The Villager memberikan komentar "One
of the important jazz figures of his generation". Bahkan album solo saxophonenya
yang diproduksi sendiri yaitu "Premonition" sekarang sudah menjadi pencarian
dan incaran para kolektor.
Warta Jazz (WJ) : Bagaimana pada awalnya anda tertarik ke musik
jazz dan memainkannya?
Ellery Eskelin (EE) :Ibu saya yang mempengaruhi saya. Dia bermain organ
Hammond B3 dan dia adalah seorang mususi professional di Baltimore ketika
saya masih sangat muda.
WJ : Apa alasan anda memilih bermain tenor saxophone sebagai instrumen
utama dan siapa musisi yang paling berpengaruh terhadap anda ?
EE : Saya suka gaya-gaya R&B pada awalnya. Kemudian saya mendengarkan
musisi-musisi jazz dan pemain saxophone seperti Gene Ammons, Sonny Stitt,
Lee konitz, stan Getz, John Coltrane dan banyak lainnya.
WJ : Hal apakah yang membuat anda beralih menjadi musisi professional
dan apa visi anda dalam bermain musik ?
EE : Saya mengetahui dengan segera ketika pertma kali saya mencoba
bermain saxopnone saat berusia 10 tahun bahwa saya menginginkan menjadi
musisi professional. Saya tidak mempunya sesuatu visi khusus alasan saya
bermain musik sungguh-sungguh dari minat semata-mata.
WJ : Anda pernah banyak bermain dengan beberapa musisi jazz terkemuka
seperti misalnya Paul Smoker di album Joint Venture, apa pengalaman yang
anda dapat dari hal ini ?
EE : Saya sudah beruntung bermain bersama dengan beberapa musisi
hebat. Saya belajar sesuatu dari setiap musisi dimana saya ikut bermain
dengan mereka. Setiap musisi mempunyai sesuatu untuk saya pelajari, sekalipun
jika itu hanya sesuatu yang kecil atau sedikit.
WJ : Bagaimana anda bertemu dengan Andrea Parkins ( pemain accordion
dan sampler -red) dan Jim Black (pemain drums dan perkusi -red) ? saya
lihat anda selalu bermain bersama mereka dalam pryek-proyek anda, dan
mereka seperti "dream team" dalam grup-grup anda.
EE : Saya bertemu dengan Jim melalui musisi lain di new York. Dia biasa
datang untuk mendengarkan saya bermain di Knitting Factory (sebuah club
music di New York -red) ketika saya bermain bersama Joey Baron (pemain
drum dan perkusi -red). Saya tidak tahu pertamakali dengan Andrea Parkins,,
saya pada waktu itu memang mencarinya. Band ini menjadi "dream team" bagi
saya selama beberapa tahun karena kami sekarang sudah bersama-sama selama
tujuh tahun.
WJ : Anda mempunyai beberapa proyek dan grups seperti Trio, Duo
dan Quintet, apakah anda memiliki konsep yang berbeda untuk masing-masing
proyek atau grups ?
EE : Setiap grups yang dimana saya bermain didalamnya membuat saya
bermain sedikit berbeda. Saya harus merespon pada setiap instrumen yang
berbeda dan musikalitas dari masing-masing pemain yang berbeda. Saya tidak
mencoba untuk selaliu bermain sama dalam setiap situasi.
WJ : Saya lihat anada punya pendekatan yang berbeda dalam musik
anda, tidak hanya jazz tetapi juga memasukkan gaya-gaya musik lain, dan
saya pikir musik anda lebih mendekati bentuk free improvisation !
EE : Saya kira banyak musisi saat sekarang ini memasukkan atau
mengabungkan gaya-gaya lain sebagai ide-ide ke dalam improvisasi musik
yang dapat disebut jazz. Saat ini kami lebih banyak kebebasan untuk mengambil
banyak sumber dan banyak ide menggabungkan sesuatu yang lama dengan yang
akan datang.
WJ : Sekarang kita bicara tentang album "Ramification" yang sedang
kami resensi di warta Jazz, saya kira setiap musisi yang bermain di album
ini memberikan warna dan suasana yang indah dan bagus dalam musiknya.
!
EE : Terima kasih. Ini adalah pertama kali saya melakukan bermusik
untuk lima musisi. Biasanya saya melakukan Trio dengan ide bahwa itu lebih
banyak ruang untuk setipa musisinya. Saya mencoba untuk tetap dengan ide
yang sama dengan sebuah quintet, memberikan setiap musikalitas dari masing-masing
personal musisi ruang untuk meperlihatkan kecemerlangannya (dalam bermain
musik -red).
WJ : Dalam quintet anda yang pertama anda menarik Erik Friendlander
yang bermain cello dan Joe Daley untuk bermain bersama. Apa alasan anda
menaruh cello dan tuba dalam musik anda, mengapa tidak instrumen yang
lain ?
EE : Saya memilih cello dan tuba karena suaranya. Saya juga tertarik
dalam bergabung bersama band yang mempunyai ketertarikan menggunakan instrumen
lebih daripada orientasi kepada kelompok rhythm section yang standar.
WJ : Apa pendapat kamu tentang musik jazz sekarang ini ? saya lihat
beberapa musisi tidak hanya bermain jazz, tetapi mereka menggabungkan
dengan pengaruh-pengaruh dari musik masa kini seperti hardcore, heavy
metal, hip-hop dan lain-lain. Apakah perlu untuk saat sekarang ini mengajukan
pertanyaan "Apakah Jazz itu" ?
EE : Jazz sangat indah apapun yang ingin orang lakukan terhadapnya.
Saya tidak memerlukan definisi yang tepat, saya lebih suka konsep yang
luwes yang dapat diaplikasikan ke dalam bermacam-macam situasi. Saya kira
jazz mempunyai banyak pengaruh dari musik lain hingga ketika saya menyebut
sesuatu itu jazz seringkali karena saya mengakui pengaruh itu. Beberapa
orang boleh tidak berpikir bahwa musik saya adalah jazz tapi saya merasa
bahwa saya berhutang budi kepada pemain-pemain jazz hebat di masa lalu.
WJ : Bagaimana tentang label independent (indi label) ? saya lihat
anda banyak rekaman dengan label independen seperti hatOLOGY !
EE : Label independen membuat hal tersebut memungkinkan untuk musik
ini dapat survive. Mereka lebih berdedikasi kepada musik daripada perusahaan
rekaman besar yang hanya menginginkan menjadi tertarik pada sesuatu yang
tidak lain daripada uang.
WJ : Pernahkah anda ditawari dari label besar (major label) untuk
merekam musik anda ?
EE : Tidak. Itu akan menjadi sesuatu yang tidak biasa untuk major
label menjadi tertarik pada musik seperti musik saya. Jika saya mendapat
tawaran, saya akan menjadi sangat perhatian sejak beberapa waktu major
label akan mengeluarkan atau merilis satu atau dua album rekaman oleh
artis dan kemudian membatalkan mereka.. saya harus mempunyai kebebasan
untuk membuat musik yang saya percaya betul. Tentu saja, major label sering
hanya tertarik pada musik yang lebih komersial dan itu selalu menjadi
masalah antara arts dan perusahaan rekaman besar.
WJ : Siapa musisi favorit anda khususnya musisi-musisi muda sekarang
?
EE : Saya mendengar apa saja dan segalanya saat ini. Itu tidak
memungkinkan saya untuk memilih siapa musisi favorit saya. Andrea Parkins
dan Jim Black adalah dua dari musisi-musisi favorit saya.
WJ : Apa rencana anda ke depan ?
EE : Saya ingin melanjutkan band ini (bersama Andrea dan Jim) bersama
sementara mengerjakan proyek-proyek lain. Saya sudah merekam CD baru untuk
hatOLOGY bermain bersama strings section dan vibraphone dan kami sedang
mendiskusikan kemungkinan untuk proyek baru. Saya biasanya sudah menyelesaikan
sebuah ide sebelum saya melanjutkan dengan sesautu yang baru jadi sangat
sulit bagi saya untuk mengatakan apa yang akan saya inginkan untuk ke
depan. Jadi hanya untuk selalu bergerak dan berkembang…..
WJ : Terima kasih atas waktunya
EE : Dengan senang hati…
Kembali ke Halaman Wawancara
Kembali
ke Halaman Depan
|
|
 |