WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia WartaJazz - Banner Jazz
       
         


Jazz Today
  Jazz News  
  Jazz Agenda 
  Jazz Indonesia
  Jazz New Releases  
  Jazz Store 
  Jazz Ticket Box
  Jazz Style
  Jazz Birthday 
  Jazz Wawancara  
  Jazz Festival  
  Jazz SMS  gratis!
  Jazz Radio  
  Sekilas Warta
  JAKART@2005
  Indonesia Open Jazz 2005
  28th Jazz Goes to Campus
  Bali Jazz Festival 2005
  Nusa Dua Jazz Festival 2004
  Java Jazz Festival 2005
  Asia Africa World Jazz 2005
  Indonesian Jazz Archives

   


WAWANCARA DENGAN GUNTER HAMPEL

|
1 | 2 | 3 |
4 | 5 | 6 |


Saya dengan simpel mengatakan: di tahun 1958 saya mulai menjadi seorang musisi jazz profesional, meskipun saya sudah dibayar ketika bermain musik di tahun 1953 ketika saya masih sekalah. Saya tidak terlibat di dalam gaya permainan free jazz, karena saya selalu mengembangkan konsep musik saya sendiri yang oleh para jurnalis dikatagorikan sebagai free jazz. Saya membantu membentuk apa makna kata tersebut. Kelompok band saya di Jerman, Heartplants Quintet, adalah band saya di Eropa yang membawa sesuatu yang baru karena kami menginginkannya. Pengaruh besar kami dulu adalah Charlie Parker - Dizzy Gillespie - Bud Powell - Charles Mingus - Max Roach dari Toronto (album Jazz At The Messey Hall -red). Belum ada Ornette Coleman waktu itu. Kami hanya menggunakan peninggalan kami yaitu kebesaran musik Eropa, tradisi musik Afro-American-Eropean yang disebut musik jazz. Semangat pada setiap generasi adalam berkreasi dengan caranya sendiri. Pada waktu itu kami tahu betapa pentingnya kreasi kami yang akan berdiri sepanjang waktu sebagai pengisi antara tradisi dan hal-hal ke depan.

(WJ) : Apa alasan anda untuk mendirikan perusahaan rekaman BIRTH dan apa visinya?

(GH): Sebagai seorang komposer, saya harus bisa menghasilkan karya komposisi yang hebat. Sekarang saya sedang menulis komposisi saya berjudul Nr.997. meskipun saya sekurang-kurangnya masih mempunyai beberapa sket, yang belum pernah selesai utuh. Mudah dimengerti, tidak ada satupun perusahaan rekaman di dunia ini yang mau mengeluarkannya. Jadi, saya tetap memproduksi karya-karya saya sendiri untuk perusahaan manapun yang mau menanganinya atau paling tidak saya sudah menginvestasikan banyak uang dan hasilnya seperti "8th of July 1969" yang saya luncurkan melalui perusahaan rekaman saya sendiri; BIRTH RECORDS. Visinya adalah sekarang dan yang akan datang. Saya melakukan evolusi dengan cara saya sendiri, karena saya menulis komposi-komposisi saya sendiri. Saya juga tidak berusaha untuk mengkopi musik-musik yang dapat menghasilkan uang banyak. Saya menggunakan label tersebut sebagai outlet karya-karya saya yang benar-benar datang dari hati. Jika dari hal tersebut dapat menghasilkan uang, maka usaha saya dapat berlanjut. Hal ini sangat apresiatif. Di dunia ini, tetap ada pecinta musik yang datang benar-benar dari hati dan itulah musik. Inilah musik yang selalu diperlukan oleh dunia ini. Musik komersial yang anda dengarkan dari perusahaan rekaman komersial akan merusak otak, pikiran, organ-organ dan hati. Selain itu, dunia ini memerlukan orang seperti saya ini supaya ada sebuah keseimbangan. Satu-satunya cara supaya berhasil adalah memproduksi dan mengedarkan musik tersebut. Outlet BIRTH sekurang-kurangnya menjadi sebuah tempat kecil untuk berlindung dimana saya dapat mengedarkan karya saya dan saya sebagai musisi senang memainkannya. Memang ini terserah anda, yang membaca tulisan ini, ANDA. Siapkan diri anda dan belajarlah tentang segala sesuatu yang besar dalam hidup ini. WAKE UP!

(WJ) : Bagaimana menghapus pandangan sebagian besar masyarakat tentang jazz itu intelek, 'high class'?


(WJ) : Saya kira "The 8th of July 1969" adalah salah satu album yang penting di era free jazz, anda bermain dengan musisi-musisi gaya free jazz dari Amerika Serikat maupun Eropa waktu itu.

(GH): Kami mulai menangkap potensi masing-masing. Pada waktu itu belum banyak orang yang tahu nama Gunter Hampel, Anthony Braxton, Jeanne Lee, Willem Breuker atau Steve McCall. Konsepnya adalah melemparkan 3 musisi Afro Amerika dan 3 musisi Eropa bersama-sama seperti sedang memperbarui kembali konsep kelahiran musik jazz. Sebagaimana sering dikatakan oleh Steve McCall "memperbarui sumber-sumber". Setiap komposisi yang baru seakan-akan seperti seorang bayi yang baru lahir. Tumbuh dan tumbuh setiap saya menampilkannya dan menunjukan kemampuannya. Sebuah karakter yang berkembang. Sebuah kelahiran baru. Jeanne Lee memperkenalkan kepada saya simbol YIN / YAN yang menjadi simbol label saya.

(WJ):
Dan bagaimana munculnya Galaxie Dream Band?

(GH): New York 1972. Kombo saya, The Gunter Hampel Trio bersama Jeanne Lee pada voice dan Perry Robinson pada klarinet. Kami bermain di sebuah Loft (istilah sebuah tempat yang pada era 1970an dipakai untuk tampil para musisi free jazz -red) dan kami tampil dengan 30 - 40 musisi yang duduk di dalamnya, bermain bersama. Setiap tampil di manapun saya tetap mempunyai segundang musisi. Saya pernah mempunyai serangkaian pertujukan di sebuah Theater di Sebuah kota baru, di mana setiap malamnya kami bermain bersama 45 musisi. Siang malam saya menulis lagu baru, kemudian bertemu didengarkan bersama. Kami tampil di Steve Bernbachs Center untuk pengembangan kesadaran itu, kemudian di Loft's Rivbea-nya saxophonis Sam River, di The Slug, di sebuah Jazz Gallery rumah pribadi. Satu malam kami tampil di sebuah penthouse yang terbuka dan awan diatas memungkinkan. Saya bicara kepada Jeanne, "Saya seperti sedang dalam perjalanan menjelajah seluruh galaksi". Kita waktu itu ada 20 orang. Jeanne berkomentar."Bagaikan sebuah mimpi untuk memiliki sebuah band seperti ini". Kemudian muncullah nama itu. GALAXIE DREAM BAND. Dan kami bersama lebih dari 20 tahun.

| 1 | 2 | 3 |
4 | 5 | 6 |


Kembali ke Halaman Wawancara

Kembali ke Halaman Depan


 

        Copyright © 1996-2007 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net