WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
         


Jazz Today
  Jazz News  
  Jazz Agenda 
  Jazz Indonesia
  Jazz New Releases  
  Jazz Store 
  Jazz Ticket Box
  Jazz Style
  Jazz Birthday 
  Jazz Wawancara  
  Jazz Festival  
  Jazz SMS  gratis!
  Jazz Radio  
  Sekilas Warta
  JAKART@2005
  Indonesia Open Jazz 2005
  28th Jazz Goes to Campus
  Bali Jazz Festival 2005
  Nusa Dua Jazz Festival 2004
  Java Jazz Festival 2005
  Asia Africa World Jazz 2005
  Indonesian Jazz Archives

   


WAWANCARA DENGAN GUNTER HAMPEL

| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |


(WJ): Saya lihat anda adalah musisi yang sibuk terutama dengan berbagai pertunjukan keliling dunianya. Apakah hal tersebut penting untuk para musisi jazz?

(GH): Tergantung dari aspek apa kita melihat. Pendapat saya, saya senang melakukannya karena saya ingin bermain musik. Saya seorang musisi. Saya akan pergi di suatu tempat dimana mereka mengijinkan saja untuk tampil. Dan jika orang-orang Eropa, AS, Amerika Selatan, Afrika atau manapun menginginkan saya tampil, saya akan melakukannya. Tentunya seseorang yang dapat mengatur semua kebutuhan dan pembayarannya. Aspek lainnya adalah supaya apa yang diterima band ini lebih baik dari pada sebelumnya. Itu seolah-olah dapat mengupas sekat-sekat diantara kita semua dan akan membentangkan sekat inti yang membuat lebih dekat lagi rasa kebersaamaan itu. Sebut semua itu sebuah teamwork. Barangkali mempunyai pengaruh yang sama di dalam dunia olah raga, dalam pengelolaan sebuah klub sepak bola misalnya. Kami juga memerlukan uang untuk membayar semua tagihan kepada kami. Jika dalam perjalanan, aspek yang lain adalah dapat berkeliling dunia dan dapat bertemu dan melihat berbagai macam negara, masyarakat dimana hal ini dapat menimbulkan dan membuka cakrawala yang lebih luas lagi. Musik akan lebih berkembang lagi.

(WJ): Apa album anda yang terbaru dan rencana ke depan?

(GH): 8th of July 1969 sebagai contoh lagi. Bagaimana dapat membawa orang-orang Eropa dan Afro Amerika bersama-sama tampil di New York. Christian bermain saxophone dan Nils Wogram pada trombone adalah 2 orang yang mungkin menjadi masa depan evolusi jazz di Eropa, kalau mereka dapat bertahan. Waktu akan bercerita. Musik tersebut membentangkan seluruh sejarah jazz sepanjang yang pernah saya mainkan. Ini proyek album yang saya suka dan bagus sekali. Saya sekarang sedang mempersiapkan rekaman baru untuk minggu depan dan saya memberi tahu anda kalau yang saya produksi itu banyak sekali. Dunia berubah dengan cepat, begitu juga konsep saya. Lebih banyak saya mempelajari sesuatu, menjadi lebih banyak lagi yang menjadi tidak mengerti. Saya juga mempunyai rencana untuk tampil di Jepang dan sebisa mungkin dapat tampil juga di Indonesia.

(WJ): Apa peran mendiang Jeanne Lee di dalam mendukung karier bermusik anda?

(GH): Ketika orang-orang dengan visi musikal yang kuat bertemu, saling mendukung. Dengan kata lain 1 + 1 = 2. Sebelum kami bertemu, saya telah mulai ke seluruh dunia untuk memantapkan diri saya sebagai seorang komposer, pemain vibraphone, bassklarinet, flute. Pada waktu itu saya telah bekerja sama dengan musisi-musisi hebat seperti Alexander Van Schlippenbach, Manfred Schoof, Pierre Coubois, John Tchicai, Marion Brown, Barre Phillips, Steve McCall, John McLaughlin, Willem Breuker, Boulou Ferre, Michel Waisfisz, Perry Robinson, Mark Whitecage, Thomas Keyserling, Don Cherry dan masih banyak lagi yang pada waktu itu (1958) merasa beruntung dengan adanya komposisi dan visi musikal saya dan saya sendiri senang karena ada pendamping yang hebat yang dapat mengembangkan gaya personal ke dalam komposisi saya dan membawanya ke cara yang lain. Orang lain pun berhasil cara membawakannya. Ada juga seorang penyanyi dalam band saya, yaitu Cecily Forde (apapun yang terjadi dengannya?), Inge Bradenburg, dan masih banyak lagi yang lupa. Ketika saya bertemu dengan orang-orang seperti itu, jelas kami tidak berpikir masing-masing karier kami, namun semacam bekerja mencari pemecahan-pemecahan musikal. Dapat saya katakan, saya membantu karier hampir semua orang yang pernah terlibat dengan saya. Tidak hanya itu, juga memperbanyak penonton ataupun penggemar sejak kerja sama kami terdokumentasikan di dalam label saya Birth Records yang telah melebarkan jangkauannya ke seluruh Amerika, Eropa, Jepang dan lain-lain. Dapat juga melalui pertunjukan langsung, piringan hitam atau CD, penyiaran di ratusan radio seluruh dunia dan resensi album di banyak majalah jazz dan majalah musik. Meskipun ada beberapa yang orang tidak suka kolaberasi itu dan menolak mendukungnya. Dengan itu semua kita hidup ini. Atau banyak orang yang selalu berkomentar bagus (serta yang tidak bagus), mengatakan anda tidak dapat melakukan ini, anda tidak dapat melakukan itu, seharusnya anda begini dan lain-lain. Namun yang saya tahu tentang Jeanne Lee bahwa dia meninggal terlalu cepat. Kami bekerja sama dalam banyak bentuk seni (teater, ballet, tari) yang sekarang karya tersebut belum selesai. Ada banyak orang di AS tidak suka dengan kolaberasi kami, mereka lebih suka Jeanne Lee menyanyikan lagu-lagu standard (seperti 'Laura' misalnya) dan tidak menggunakan suaranya sebagai alat musik seperti di Galaxie Dream Band. Namun mereka ada sesuatu yang dirindukannya, saya yakin. Ini juga pengaruh dari kemampanan yang telah muncul kembali di dalam semua sejarah musik. Mereka melakukannya seolah-olah sedang berada di tahun 1960an dan evolusi musik jazz yang sangat kreatif itu telah diambil, tidak pernah ada lagi. Sekarang kita mempunyai peninggalan "free music" pada tahun 1960an yang di New York maupun di Eropa musik tersebut masih hidup dan kuat. Orang-orang seperti Peter Brotzmann, Peter Kowald maupun saya sendiri, sekarang sedang bermain dengan musisi-musisi muda yang telah menata pikiran mereka menjadi pesiar yang lebih bebas lagi. Itulah yang mempertahankan gaya kami tetap bertahan. Sama halnya dengan para pemain Swing, Bebop dan yang lainnya. Saya yakin, setiap genre dalam musik jaz masih bertahan dan tetap berkembang dan sekarang memberikan dampak kepada para musisi mudanya untuk memberikan kesempatan berekspresi dengan cara mereka sendiri dan menambah konsepnya sendiri ke dalam musik jazz itu serta mengembangkan karakternya sendiri. Diperlukan sebuah genarasi dan ratusan tahun ke depan supaya benar-benar disukai, dimengerti dan menggunakan konsep yang telah kami bangun. Musik kami juga mempertahankan adanya multi ras, multi benua dan sintesis multi kultur "dengan tingkat orisinalitas yang tinggi, mengembangkan sesuatu yang cair di dalam improvisasi melodi yang bertemu dengan ide-ide musikal dan ritual mereka (Gunter Hampel dan Jeanne Lee) sebagai spritual transducer (? - red) . " (Bill Shoemaker).

| 1 | 2 | 3 |
4 | 5 | 6 |


Kembali ke Halaman Wawancara

Kembali ke Halaman Depan


 

        Copyright © 1996-2007 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net