 |

Jazz News
Jazz Agenda
Jazz Indonesia
Jazz New Releases
Jazz Store
Jazz Ticket Box
Jazz Style
Jazz Birthday
Jazz Wawancara
Jazz Festival
Jazz SMS gratis!
Jazz Radio
Sekilas Warta
JAKART@2005
Indonesia Open Jazz 2005
28th Jazz Goes to Campus
Bali Jazz Festival 2005
Nusa Dua Jazz Festival 2004
Java Jazz Festival 2005
Asia Africa World Jazz 2005
Indonesian Jazz Archives
|
|
|
INTERVIEW WITH OLIVER LAKE
Berikut ini adalah wawancara kami dengan Oliver Lake,
seorang musisi yang memainkan Saxophone dan sangat peduli dengan Perkembangan
Musik Jazz.
WartaJazz (WJ)
: Pertama-tama, kenapa kamu tertarik pada musik Jazz dan alat musik apa
yang kamu pergunakan?
Oliver Lake (OK): Saya memulai karir saya dengan memainkan drum,
yang kemudian saya bertemu dengan Aspiring Jazz Musician dan itulah pertama
kalinya saya tertarik dengan Jazz. Namun saya baru mempelajari Saxophone
mulai tahun kedua saya di 'high school'.
WJ : Apa alasan anda memainkan alat musik Saxophone sebagai
alat musik utama?, Siapa saja yang memberikan pengaruhnya pada permainan
anda?
OK : Seorang musisi yang memainkan drum memberikan beberapa rekaman
jazz, dan sejak mendengarnya, saya jadi langsung tertarik dengan Jazz.
Saya terkagum-kagum mendengar suara tinggi dari Alto Sax. Selanjutnya
saya mendengarkan permainan Charlie Parker, Eric Dolphy dan Jackie MacLean,
yang kemudian memberikan pengaruh pada permainan saya.
WJ : Apa yang anda kerjakan dengan Black Artist Group di St.
Louis dan sebenarnya apa sih visi dari kelompok tersebut?
OK : Black
Artist Group merupakan sebuah kelompok yang hebat, dan merupakan tempat
yang menyenangkan untuk belajar dan bereksperimen, karena disana ada penari,
musisi, aktor dan penyair. Saya menciptakan karya-karya untuk mereka ini,
dan hal itu menjadi sebuah basis bagi perkembangan karir saya. Misi Black
Artist adalah membawa musik ke komunitas/masyarakat dan menentukan arah
mereka sendiri.
WJ : Bagaimana perkembangannya dengan The World Saxophone Quartet?
OK : Kami mengawalinya ditahun 1976, New Orleans merupakan tempat
penampilan pertama kali kami dimana kami bermain dengan pemain rhytm section
setempat. Penampilan kami disana berkat saxophonist Kidd Jordan. Karena
sambutan yang luar biasa, kami memutuskan untuk mempertahankan kelompok
ini. Lalu kami kembali ke NY, dan mulai mencari rhythm section, namun
akhirnya kami memutuskan melanjutkan Quartet ini minus rhythm section,
itulah pertama kalinya, dan tak terasa sekarang sudah 25 tahun.
WJ : Bagaimana kondisi WSQ sepeninggalnya Julius Hemphill?
OK : Julis, adalah komposer utama di WSQ. Kami sangat kehilangan
musisi terbaik. Sekarang John Purcell adalah anggota ke empat dari kelompok
kami ini dan ia juga merupakan musisi sekaligus komposer yang hebat.
WJ : Apa yang anda kerjakan di Passin Thru?
OK : Passin Thru merupakan gairah saya, dan saya sangat berharap
bahwa ini akan menjadi perusahaan rekaman yang sukses. Tahun ini kita
akan merilis 4 CD dimana Encounter Trio Three yang akan menampilkan
Reggie Workman(bass), Andrew Cyrille(drum) serta saya akan rekaman. Dan
lagi-lagi saya menggunakan Black Artist Group untuk menentukan kemana
rekaman ini akan dibawa. Kami juga akan merilis sebuah CD untuk anak saya,
Gene Lake yang memainkan drum. Semuanya dapat anda lihat di situs kami
www.passinthru.org
WJ : Anda memiliki beberapa proyek musik seperti String
dan Quartet, apakah ada perbedaan visi dari masing-masing proyek?. Dan
apa rencana anda selanjutnya?
OK : Saya sangat senang bisa ikut dan berperan diberbagai proyek,
misalnya The Steel Pan Project masih berjalan, kami akan ke Greece, selama
satu minggu Desember mendatang dan juga akan rekaman dibawah label Justin
Time. Saya pribadi juga mengerjakan solo project, poetry dan musik,
dan sebuah big band dengan 17 orang personil akan bermain dari New York
mulai dari 14 hingga 19 November di Klub Sweet Basil Jazz.
WJ : Kira-kira apakah ada kemungkinan musisi dari Indonesia
untuk merekam musik mereka di Passin Thru?
OK : Kirimkan sample dalam kaset, saya akan sangat senang mendengarkannya.
WJ : Terakhir, apa saran anda untuk musisi Jazz muda, khususnya
di Indonesia?
OK : Saran saya hanya satu, "Jangan pernah menyerah, karena
nanti musik akan peduli dengan anda".
Kembali ke Halaman Wawancara
Kembali
ke Halaman Depan
|
|
 |