WartaJazz.com :: Tempat Mangkal Pecinta dan Pemerhati Jazz Indonesia
PATA JAVA Beli album jazz Indonesia
       
         

   


INTERVIEW WITH PAUL VAN KEMENADE QUINTET (lanjutan - habis)


Paul Van Kemenade
: Alto Saxophone
Hans Sparla : Trombone
Jeroen Van Vliet : Piano
Erik Van Der Westen : Bass
Pieter Bast : Drum


WJ : Di Indonesia jauh lebih banyak pemain electric bass dari pada pemain acoustic bass. Apakah memang lebih sulit untuk memainkan akustik bass dari pada elektrik bass?

EVDW : Untuk dapat menguasai bass akustik harus dilalui dengan belajar yang keras. Pertama, bass akustik lebih berat daripada bass elektrik, jauh lebih sulit untuk menemukan intonasi serta nada yang bagus dan matang. Banyak musisi muda tidak mempersiapkan diri untuk belajar lebih keras lagi. Kebanyakan dari mereka ingin segera dapat memainkannya tanpa harus belajar keras, namun kenyataanya lain. Hal ini benar-benar membutuhkan belajar yang keras untuk mendapatkan sound yang bagus dan pengendalian / kontrol yang matang. Namun jika anda sudah terkait dengan akustik bass, anda tidak akan pernah lagi suka dengan elektrik bass. Kecuali memang diperlukan suara yang spesifik untuk musik tertentu. Di luar itu, banyak juga pemain bass elektrik yang bagus seperti Darryl Jones maupun Marcus Miller. Namun ketika Dave Holland bermain bass elektrik, dia memainkannya dengan tingkat kedalaman nadanya yang sama dengan permainan bass akustiknya.

WJ : Ketika anda tampil tadi terlihat sangat santai dengan mimik wajah yang cerah, bagaimana anda bisa tampil seperti itu ketika dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan anggota lain quintet ini?

EVDW : Sebenarnya, sebelum pertunjukan saya sangat memperhatikan musik yang akan dimainkannya. Terutama untuk menjaga komunikasi saya dengan rhythm section yang lain untuk membuat suara bass dan suara musiknya menjadi utuh. Pada saat itu, rhythm section harus mengimbangi dan menjaga arah pemain alat tiup sedang tampil solo agar dapat tampil lebih mengalir bebas. Terutama untuk quintet ini, posisi pemain alat tiup sangat penting dari bagian sajian musiknya di mana ada phrasing yang lebih spesifik. Seperti dalam lukisan mengenai pola-pola pewarnaannya.

WJ : Bagaimana anda menemukan karakter permainan bass yang khas dari diri anda?

EVDW : Ini sulit. Pertama-tama ketika harus mendapatkan bass akustik yang dapat menghasilkan suara yang bagus. Namun yang jauh lebih sulit adalah menemukan karakter suara anda sendiri yang didukung dengan bass tadi. Sehingga akan dapat memainkan apa yang anda ingin mainkan. Saya kira karakter ini yang menyebabkan banyak orang datang untuk mendengarkan musik anda. Seperti halnya banyak orang menyaksikan pertunjukan Paul Van Kemenade, karena ingin mendengarkan musiknya Paul. Demikian juga dengan John Coltrane, orang datang untuk mendengarkan musiknya John Coltrane. Hal itu merupakan perkembangan tertentu karakter khas anda. Saya kira hal ini memang akan memakan waktu bertahun-tahun.(CeMus/WJ)

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |


Kembali ke Halaman Wawancara

Kembali ke Halaman Depan

 

        Copyright © 1996-2007 Warta Jazz.com All right reserved
Dilarang mengutip, memperbanyak atau memanipulasi isi website ini
tanpa izin tertulis dari WartaJazz.com
Comments, Suggestion and Feedback send to info@wartajazz.net