News

NEGRONI’S TRIO – PIANO/BASS/DRUM


Museo del Disco

Komposisi:
1. Los Duendes 6:16
2. Waiting For You 3:57
3. Mavi 4:31
4. Summertime 5:00
5. Sentimental Mood 5:03
6. Bougainvillea 3:54
7. Red Light 7:19
8. Footprints 5:27
9. On Time 4:42
10. Rev It Up 4:10

Musisi :
Jose Negroni:
piano
Nomar Negroni: drum
Rafael Valencia: electric and acoustic bass
Ed Calle:
saxophonist

Mungkin bagi kita yang awam dengan grup ini akan langsung berpikir bahwa Negroni’s ini adalah group yang beranggotakan tiga orang berkulit hitam. Tidak demikian adanya. Don’t judge a book by it’s cover, jangan menilai buku dari cover. Negroni’s Trio diambil dari nama pemimpin trio ini yang berasal dari Puerto Rico yang pindah ke Miami, Amerika Serikat dan bekerja sebagai Creative Manager untuk Sony Music, yaitu José Negroni. Sejak pindah ke Amerika, José Negroni mulai mengembangkan komposisi dan konsep musiknya.

Trio ini terdiri dari José Negroni pada piano, putranya, Nomar Negroni pada drum dan Jaime Rivera pada bass elektrik. Mereka berkolaborasi dalam musik dan menyuguhkan gaya mainstream yang penuh dengan permainan solo yang menawan oleh setiap personil, saling mengisi kekosongan dengan harmonis dan memberikan kesempatan untuk personil lain untuk menunjukkan kepiawaian bermusik.

Dipembuka album, trio ini menyuguhkan satu lagu dengan tempo cepat, “Los Duendes” dimana bass yang dipetik Jaime agak flat nadanya dan berulang untuk memberikan kesempatan kepada José berimprovisasi tapi setiap perubahan rythmn dijawab dengan dinamis. José tidak suka rythm pelan, terbukti dengan lagu-lagu bertempo cepat yang mengukir isi album. Dia ingin semangat pendengarnya tetap terpacu dengan ritmik dari setiap nada yang dihasilkan. Walaupun pada lagu “Waiting For You” sempat tempo diturunkan ketika José berimprovisasi tapi tetap saja sehabis itu dipacu kembali ke tempo standar yang ditentukannya.

Tidak seperti mainstream yang terlalu kontemporer atau terlalu Bop/Hard Bop yang terkadang improvisasinya terlalu subjektif, Negroni menampilkan satu permainan yang atraktif, unsur latin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dari aliran lagu-lagunya. Ritmik latin inilah yang memberikan satu corak yang menarik. Ritmik latin yang kental dapat kita simak di “On Time” yang diselipkan pada jeda lagu. Alur lagu masih menarik untuk penggemar jazz pemula, tidak terlalu berat malahan bisa membuat kita bergoyang. Sebut saja “Summertime” yang biasa dimainkan pelan berubah total menjadi lagu ceria dengan permainan cepat dan ritmik khas yang masih terdengar yaitu latin.

Tidak hanya mengandalkan tiga instrument utama yaitu Piano Bass dan Drum, trio ini juga membawakan beberapa lagu dengan featuring Saxophone baik tenor maupun sopran juga tabuh perkusi yang atraktif. Lagu yang featuring pemain/instrument lain bisa didengarkan dilantunan lagu “Sentimental Mood”, “Rev It Up” dan “Mavi”. Lampu Merah alias “Red Light” pada rambu lalu lintas mengharuskan kita berhenti. Nomar malahan tidak menghentikan laju solo drumnya melainkan terus memacunya sampai pada akhirnya diambil alih oleh José dan Jaime.

Permainan yang disuguhkan layaknya rekaman live pada suatu acara/festival/konser dimana pada acara seperti ini, setiap band ingin mempertontonkan satu aksi yng spektakuler dengan permainan dan improvisasi yang atraktif tapi rekaman albumnya tidak seperti yang diharapkan. Mereka juga telah perform di Indonesia pda hari pertama acara Jakarta International Java Jazz Festival dengan membawakan lagu-lagu pada album ini sembari menyuntikkan racun jazz yang cukup ampuh bagi pendengarnya. Khusus penggemar mainstream, album ini mengemas satu paket yang senantiasa memompa semangat dengan kobaran yang dihasilkan dari penampilan setiap personil yang menyala terang. (*/L3X/WartaJazz.com)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker