Java Jazz FestivalNews

Suguhan Magis-Atraktif ala Tohpati Ethnomission

Tohpati Ethnomission
Tohpati Ethnomission

Gelaran Java Jazz Festival hari pertama (Jumat, 4 Maret 2016), memang tak seramai biasanya. Namun, cuaca sore kala itu cukup cerah. Pengunjung pun mulai ramai berdatangan menyambangi panggung yang diinginkan. Begitu pula panggung B2, satu per satu penonton antusias menyambut Tohpati masuk ke panggung.

Kemunculan Tohpati Ethnomission malam itu dimulai dengan lagu “Pangkur”. Suasana magis dari akor-akor progressive mulai terasa. Selain itu, alunan suling sunda dan pukulan kendang di nomor ini berhasil memunculkan rasa musik tradisi.

Bila dalam macapat terdapat Pelog Nem dan Pelog Slendro, dalam album solo keempatnya, Tohpati memasukkan judul “Pelog Rock” ke salah satu nomor andalannya. Banyak permainan staccato yang disuguhkan, yang membuat lagu ini cukup up beat. Setelah suling dan kendang, pada lagu ini, permainan drum-lah yang memimpin. Tak lupa, petikan-petikan dari gitar Tohpati pun tetap mendominasi.

Sebelum masuk ke lagu berikutnya, Tohpati sempat menyapa dan berkomunikasi singkat dengan para penonton di Hall B2, sembari memperkenalkan Endang Ramlan, pemukul kendang yang cakap dengan permainan ritmiknya. Terbukti pada lagu “Tanah Emas”, paduan kendang dan eksplorasi bass Indro Hardjodikoro memang tidak boleh diragukan lagi.

Lain lagi dengan “Ethno Funk”. Distorsi memukau yang ditampilkan drummer—Iqbal—mampu membuat nomor ini terasa ‘hidup’. Seperti lagu “Rancak”, yang dibawakan sesuai dengan makna harfiahnya: enak. Itulah reaksi yang muncul bila diminta mendeskripsikan feel dari sisi para pendengarnya.

Sebagai penutup, “Janger” cukup sempurna. Emosi naik-turun yang dibangun sepanjang lagu sungguh tak ada habisnya. Interaksi drummer dengan penonton juga sangat berpengaruh atas suksesnya penampilan malam itu. Terbukti bahwa instrumen tradisional dan modern dapat dengan apik menghasilkan bunyi-bunyi rock-ethnic yang luar biasa. Alur ritmik-ritmik magis yang terbentuk pun terasa sangat natural. Kesemuanya, nyaris tanpa cela.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker