FestivalNews

Intimnya Ijen Summer Jazz 2018 di Banyuwangi

Setelah sukses menggelar Jazz Gunung Bromo pada Juli lalu, pengelola Jazz Gunung Indonesia akan menggelar Jazz Gunung Ijen Banyuwangi, atau biasa dikenal Ijen Summer Jazz pada 22 September lalu. Beberapa musisi papan atas hadir dalam gelaran yang digelar di kaki Gunung Ijen ini. Selain itu, musisi lokal banyuwangi juga mendapatkan tempat dalam gelaran yang dilaksanakan di di Amfiteater Taman Gandrung Terakota, Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Jazz Gunung Ijen 2018 akan dimeriahkan Andien, Shadow Puppets feat. Marcell Siahaan, serta Idang Rasjidi & The Next Generation feat. Juga Mus Mujiono dan Sastrani sebagai penampil utama.

 

Ijen Summer jazz 2018 dibuka dengan penampilan tari gandrung dan student jazz banyuwangi. Kedua hal ini merupakan budaya lokal dari Kabupaten Banyuwangi yang sangat bagus dan tidak kalah dengan budaya maupun musisi di daerah lain “Penampilan Student Jazz Banyuwangi sangat luar biasa, tidak kalah dengan kota-kota lainnya” ujar Djaduk Ferianto, Host Ijen Summer Jazz 2018. Beberapa pemenang MLD Jazz Wanted tahun 2017 dan 2018 turut memberikan penampilan yang hangat dan intem untuk sekitar 700 orang yang hadir malam itu.

Penampilan Marcell Siahaan feat shadow puppets menyihir para penonton yang saat itu menikmati alunan music mereka ditemani dengan udara yang sejuk. Marcell membawakan beberapa lagu baru yang akan muncul di album terbarunya. Album tersebut akan diluncurkan tidak lama lagi. Selepas itu giliran musisi-musisi senior mulai dari Idang Rasjidi, Oele Pattiselano, dan Mus Mujiono menghibur pengunjung dimana salah satunya yang hadir adalah Bupati Banyuwangi, Bapak Abdullah Azwar Anas yang juga mendukung acara ijen summer jazz. Andien menjadi penutup yang sempurna dalam gelaran Ijen Summer Jazz 2018. Ia mengajak penonton untuk ikut bernyanyi dan bergoyang bersama. Penyanyi berusia 33 tahun ini, tak canggung untuk melepas sepatu, bernyanyi bersama penonton dan menghampiri penonton. Hal ini membuat Ijen Summer Jazz 2018 semakin terlihat intim karena seakan tidak ada sekat antara penonton dengan musisi.

Bagus Kristomoyo

Jazz-holic and Frame-chaser

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp chat