FestivalNews

Bob James Ramaikan UGM Jazz 2018

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar konser jazz bertaraf internasional dengan menghadirkan pianis legendaris pemenang dua Grammy Awards, Bob James , yang akan diselenggarakan di Grand Pacific Hall Yogyakarta, pada Sabtu, 3 November 2018.

Konser bertajuk UGM Jazz 2018 ini merupakan kali ke 24, yang sebelumnya bernama Economics Jazz. Rektor UGM, Prof. Dr. Ir. Panut Mulyono mengatakan, bahwa pihaknya sangat berbangga bisa melanjutkan tradisi UGM untuk menyajikan tontonan jazz kelas dunia dengan tetap berkomitmen harga tiket terjangkau ( affordable ). Ini sesuai dengan visi UGM yang ingin menjulang tinggi tanpa kehilangan akarnya.

Konser UGM Jazz 2018 tidak saja menampilkan Bob James Trio, di mana Bob (grand piano Yamaha) akan didampingi Ron Otis (drums) dan Michael Palazzolo (bass), namun juga akan melibatkan diva pop Indonesia, Ruth Sahanaya , pianis senior pop-jazz Candra Darusman , dan vokalis muda yang tengah naik daun, Kunto Aji. Kombinasi musisi jazz papan atas dunia dengan para musisi dan penyanyi terbaik nasional tersebut bisa disaksikan dengan harga tiket yang bersahabat, antara Rp 200.000 (kelas silver) hingga Rp 800.000 (diamond). Hal ini menjadi keunikan UGM Jazz, tatkala hampir semua konser kelas dunia, bahkan pertunjukan dengan musisi nasional, menawarkan tiket berharga jutaan rupiah. UGM tetap konsisten dengan tagline ”konser jazz kelas dunia dengan harga tiket kelas angkringan”.

UGM telah mempunyai tradisi panjang dan sukses menyelenggarakan berbagai konser jazz kelas dunia, dengan menghadirkan sejumlah musisi, penyanyi dan grup papan atas dunia, seperti: Patti Austin dan David Benoit (2017), Peabo Bryson (2016), Dave Koz (2015), Lee Ritenour dan Phil Perry (2014), Casiopea (2013 dan 2015), David Benoit (2012), dan Michael Paulo (2011).

Konser ini ditata oleh promotor Dr. A. Tony Prasetiantono , dosen senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, yang juga merupakan pengamat ekonomi nasional. Tony mengatakan, bahwa dirinya sangat bangga bahwa akhirnya bisa mendatangkan Bob James, setelah melalui proses negosiasi panjang yang melelahkan. ”Awalnya saya mendekati grup jazz Fourplay, namun karena grup ini sedang vakum setelah wafatnya gitaris Chuck Loeb, maka yang tengah aktif melakukan tour adalah grup Bob James Trio, maka grup inilah yang didatangkan ke Yogya. Uniknya, grup ini akan terbang ke Yogyakarta dari tiga kota di Amerika Serikat: Los Angeles (Bob James), Detroit (dua musisi), dan Miami (manajer). Semoga tahun depan kita bisa hadirkan Fourplay yang juga dikomandani oleh Bob,” kata Tony.

Bob James, yang nama lengkapnya Robert McElhiney James, lahir 25 Desember 1939, adalah musisi besar dengan banyak prestasi. Pianis jazz ini memenangkan dua kali Grammy Awards (1980 dan 1986) dari 17 kali masuk nominasi sejak 1973. Karirnya sedemikian panjang dan gemilang. Dia adalah pendiri grup jazz-fusion legendaris Fourplay, bersama gitaris Lee Ritenour, bassist Nathan East dan drummer Harvey Mason. Bob sangat terkenal dengan lagu ciptaannya A ngela, yang dipakai sebagai theme song film televisi Taxi. Lagu ciptaannya banyak yang menjadi hits, diantaranya Feel Like Making Love (1974), Weschester Lady (1976), Angela (1978), Maputo (1986), San Diego Stomp (1982), Restoration (1990), New York Samba (1992). Bob James juga berkolaborasi dengan banyak musisi jazz top lainnya, seperti Earl Klugh, Lee Ritenour, David Sanborn, dan Al Jarreau.

Sedangkan Ruth Sahanaya atau dikenal juga sebagai Uthe, lahir di Bandung , 1 September 1966 , adalah seorang penyanyi senior dan dianggap sebagai salah satu diva Indonesia bersama Krisdayanti dan Titi DJ . Ia memenangkan banyak penghargaan, baik tingkat lokal, maupun internasional . Bersama dengan Erwin Gutawa , Ruth memenangi festival lagu di Belanda dan Finlandia . Dia banyak menghasilkan lagu-lagu hits, dan mencapai puncaknya pada lagu Kaulah Segalanya (1992). Uthe juga pernah menjadi penyanyi untuk dua grup jazz-fusion terkemuka, yakni Karimata (pimpinan Candra Darusman) dan Krakatau (pimpinan Dwiki Dharmawan).

Sementara itu, Kunto Aji sengaja diundang untuk mendekatkan jazz dengan mahasiswa dan penonton generasi milenial. Kunto yang menempuh jalur pop-jazz, mulai dikenal dari ajang Indonesian Idol (2008). Dia amat populer melalui lagu “Terlalu Lama Sendiri” (2015). Kunto barusan mengeluarkan album terbarunya “Mantra Mantra” (2018), dengan lagu andalan “Rehat” dan “Topik Semalam”.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp chat