News

Brussels Jazz Orchestra rayakan 100 tahun Charlie Parkir bersama Ingrid Jensen dan Rudresh Mahanthappa Agustus 2020

Agustus 2020, akan menjadi peringatan 100 tahun sejak pemain saksofon jazz dan komposer Charlie Parker terlahir kedunia. Sebuah peluang yang ideal bagi Brussels Jazz Orchestra (BJO) untuk menghidupkan kembali semangat Parker. Bersama dengan Ingrid Jensen dan Rudresh Mahanthappa, orkestra akan membawa 'jejak' baru pada komposisi milik ikon bebop ini.

Parker 100 menyatukan suara saksofon dan terompet - seperti 'Burung' yang sering dilakukan - melalui talenta solois tamu terkenal, Ingrid Jensen dan Rudresh Mahanthappa. Jensen yang berasal dari Kanada telah menetap di New York pada tahun sembilan puluhan dan sejak itu menjadi bagian dari orkestra jazz diantaranya Maria Schneider dan Darcy James Argue. Dia juga berbagi bunyi terompetnya yang unik di atas panggung dan di studio bersama Terri Lyne Carrington, Christine Jensen Jazz Orchestra dan artis R&B Inggris Corinne Bailey Rae.

Sementara Alto saxophonis dan komposer jazz Mahanthappa - juga tinggal di 'kota yang tidak pernah tidur' ini - menemukan inspirasi sepanjang karirnya dalam penggunaan instrumen barat dalam musik klasik klasik Carnatic dari India Selatan, tempat kelahiran orang tuanya. Pada 2015, Mahanthappa membuat cd Bird Calls, The Charlie Parker Project, penghormatan kepada Charlie Parker, yang ia gambarkan sebagai: “kekuatan utama dalam pilihan saya untuk membuat kehidupan dalam musik. (...) Setelah saya mendengar Charlie Parker, tidak ada jalan untuk kembali ”. (Asia Society, Matt Schiavenza, May 4th 2016)

Dalam Parker 100, keutamaan dan ide harmonis revolusioner Charlie Parker mendapatkan tempat di atas panggung sekali lagi. Brussels Jazz Orchestra dan kombinasi Jensen-Mahanthappa yang meriah, menghadirkan interpretasi komposisi Parkers, serta karya baru yang terinspirasi oleh musiknya.

***

Brussels Jazz Orchestra (BJO) tidak terbatas pada standar. Mereka lebih suka mencapai level tinggi dengan menggubah musik orisinal, menciptakan aransemen unik dan bermain dengan inspirasi dan semangat. Inilah jazz dengan suara orkestra dinamis, kekuatan klasik di mana masing-masing musisi juga merupakan solois. Brussels Jazz Orchestra didirikan pada tahun 1993 dan sejak 1999, orkestra ini telah diakui dan didukung oleh Pemerintah Flemish.

BJO dalam berbagai proyek musikalnya telah menerima banyak penghargaan internasional diantaranya, Best Traditional Jazz Album for “Mama Africa” dari South African Music Award (2011). Meraih Golden Globe, BAFTA, César and Academy Award (Oscar) untuk soundtrack The Artist (2011-2012) kemudian mendapatkan dua nominasi Grammy Award untuk album Wild Beauty featuring Joe Lovano (2013) selain mendapatkan pula Edison Jazz/World Award dalam kategori "Vocal Jazz" untuk album BREL bersama David Linx (2017).

BJO telah tampil bersama Philip Catherine, Bert Joris, deFilharmonie, Tutu Puoane, Brussels Philharmonic, David Linx dan Richard Galliano dalam produksinya sendiri. BJO mengundang Joe Lovano (AS), Maria Schneider (AS), Kenny Werner (AS), Dave Liebman (AS), Dave Douglas (AS), Gianluigi Trovesi (TI), Gustavo Bergalli (ARG), Norma Winstone (GB), McCoy Tyner (AS), Maria João (PT), Kenny Wheeler (GB), Lee Konitz (AS), Perico Sambeat (ES), Toots Thielemans, dan lainnya.

Baru-baru ini BJO juga tampil dalam Forum Jazz 3 di Vienne, Perancis dalam tajuk Pierre Drevet mengundang Brussels Jazz Orchestra & Claire Vaillant yang turut dihadiri WartaJazz. BJO membuka resmi kegiatan Forum Jazz yang diadakan oleh Jazz(s)RA, sebuah organisasi jazz diwilayah Auvergne Rhône Alpes, sekitar dua setengah jam perjalanan menggunakan kereta diselatan Paris, Perancis.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp chat