Profile

Saksofonis Joshua Redman

Joshua Redman, adalah keturunan Afrika-Amerika dan Yahudi-Amerika, ayahnya juga seorang pemain saksofon jazz yang terkenal, yaitu Dewey Redman dan ibunya seorang penari yang bernama Renee Shedroff. Ia diperkenalkan berbagai jenis musik di Center for World Music, Berkeley, di mana, di tempat itu ibunya belajar menari, tarian India Selatan. Beberapa pelajaran paling awal dalam musik dan improvisasi di rekam oleh seorang pemain gamelan, yang bernama Jody Diamond. Pada awalnya, di usianya yang masih kecil, Redman telah diperkenalkan berbagai macam aliran musik, seperti: jazz, klasik, rock, soul, India, Indonesia, Timur Tengah, dan Afrika) dan berbagai instrumen, seperti recorder, piano, gitar, gatham, gamelan), dan mulai bermain klarinet di usia 9 tahun, sebelum akhirnya ia beralih ke saksofon tenor, satu tahun kemudian. Awalnya ia sangat terpengaruh oleh permainan John Coltrane, Ornette Coleman, Cannonball Adderley dan tentu ayahnya sendiri, Dewey Redman, juga musisi-musisi pop dan rock seperti The Beatles, Aretha Franklin, Temptations, Earth Wind and Fire, Prince, The Police dan Led Zeppelin menarik Yosua lebih mendalami musik.

Ia lulus dari Sekolah Menengah Atas jurusan musik di Berkeley, pada tahun 1986, setelah menjadi bagian dari pemenang penghargaan Berkeley High School Jazz-Ensemble selama 4 kali berturut-turut di sekolah menengah atas bagian musik tersebut. Pada tahun 1991, ia lulus dengan summa cum laude, meraih gelar dalam bidang Ilmu Sosial di Harvard University, dimana disitu, ia menjadi anggota Phi Beta Kappa Society. Pada tahun yang sama, Ia diterima di Yale Law School, tetapi terpaksa ditangguhkan. Beberapa dari teman dekatnya (alumnus siswa Berkeley College) pindah ke Brooklyn. Tak berapa lama, akhirnya ia pun ikut menyusul pindah ke Brooklyn. Di Brooklyn, dengan cepat ia menemukan suasana dirinya tenggelam dalam nuansa jazz New York. Ia mulai banyak berjam-session dan bermain di klub-klub jazz secara teratur dengan beberapa musisi jazz terkemuka seperti: Peter Bernstein, Larry Goldings, Kevin Hays, Roy Hargrave, Geoff Keezer, Leon Parker, Jorge Rossy, Mark Turner dan lain-lain.[1]

Redman memenangkan kompetisi internasional bermain saksofon jazz “Thelonious Monk” pada tahun 1991, dan mulai lebih fokus pada karier musiknya. Setelah berkomitmen penuh untuk hidup dalam musik, Redman segera mendapatkan tawaran dan menandatangani kontrak dengan label rekaman Warner Bros Records. Tak lama kemudian, ia merilis albumnya yang pertama, berjudul namanya sendiri, album yang dibuat pada musim semi tahun 1993, album tersebut kemudian mendapatkan nominasi Grammy untuk yang pertama kalinya bagi Redman. Redman terus mengembangkan gaya bermainnya sepanjang tahun 1990-an, dimulai dengan menjadi musisi pendukung pada penampilan Elvin Jones yang berjudul Youngblood bersama Javon Jackson (direkam di studio Van Gelder pada bulan April 1991), dan dilanjutkan dengan sebuah penampilan pada album ayahnya, Dewey Redman pada tahun 1992. Pada album keduanya, Wish, dimana ia menjadi pimpinan projek, ia bergabung dengan rombongan musisi-musisi kelas satu Amerika, yang terdiri dari gitaris Pat Metheny, bassis Charlie Haden, dan drummer Billy Higgins, kemudian ia juga menjalankan tur bersama personel dalam album ini dengan nama The Quartet. Joshua Redman, mengajak Christian McBride pada posisi bass, karena Charlie Haden berhalangan. Ia terus bermain dengan berbagai kuartet, termasuk salah satunya dengan pianis Brad Mehldau. Ia juga sempat membentuk trio jazz baru, yang bernama Elastic, dengan pemain keyboard Sam Yahel dan drummer Brian Blade. Ketiganya memulai penggarapan albumnya di bawah label dengan nama moniker Yaya3, dan juga satu buah album dengan nama tersebut. Kelompok musisi yang sama membantu pada album Redman yang berjudul Elastic, sebelum akhirnya dikenal dengan nama Joshua Redman Elastic Band. Beberapa karya-karyanya ditampilkan di sebuah tv lokal yang bernama 8s, dengan judul acara The Weather Channel.[1]

Pada tahun 1994, Redman muncul pada kompilasi CD Red Hot Organization’s, Stolen Moments: Red Hot + Cool, muncul pada lagu yang berjudul “The Scream” sepanjang album US3 dan Tony Remy. Album ini oleh Majalah Time ditempatkan menjadi “Album of the Year”. Ia juga muncul sebagai anggota “Louisiana Gator Boys” di film garapan tahun 1998 yang berjudul Blues Brothers 2000.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker