Review

Tigran Hamasyan – A Fable

Album: A Fable
Label: Verve Records, 2011

01. Rain Shadow
02. What the Waves Brought
03. The Spinners
04. Illusion
05. Samsura
06. Longing
07. Carnaval
08. The Legend of the Moon
09. Someday My Prince Will Come
10. Kakavik (The Little Partridge)
11. A Memory That Became a Dream
12. A Fable
13. Mother, Where are You?

“A..may..zing! Now, Tigran, you are my teacher!”
– Herbie Hancock

Tigran Hamasyan - A Fable
Tigran Hamasyan - A Fable

Pianis kelahiran Gyumri, Armenia bernama Tigran Hamasyan ini memang dahsyat. Kutipan di atas adalah bagaimana seorang Herbie Hancock mengungkapkan rasa kagum padanya. Tidaklah mengherankan, jika menelusuri rekam jejak karir bermusik Tigran yang begitu kaya pengalaman. Namanya dikenal luas berkat menjuarai Thelonious Monk International Jazz Piano Competition tahun 2006, menyusul album debut World Passion, kemudian New Era, dan Red Hail: Arrata Rebirth (Plus Loin Music, 2006, 2007, 2008).

Berbekal permainan piano virtuosik, musikalitas yang imajinatif, serta piawai mengolah berbagai acuan musik, Tigran melaju pesat lewat album keempat A Fable. Berbeda dengan karya sebelumnya dalam format band, di sini ia tampil sendiri menyajikan aksi piano tunggal eksotis, mengusung idiom-idiom tematik khas Armenia lewat deretan 13 trek atraktif.

Album ini dimulai dengan komposisi “Rain Shadow” yang sengaja dibuat untuk memberi kesan vintage era 1930/40-an. Kemudian ada “What the Waves Brought” menggambarkan derai ombak, disertai siulan dan dengungan, sembari lincah jemari menari di atas bilah-bilah hitam-putih. Versatilitas Tigran boleh disimak atas nomor “Samsura,” dalam sukat 5/8, title track “A Fable,” serta “Carnaval.”

Karya sastra Armenia turut menjadi sumber inspirasi Tigran, semisal komposisi “Longing” yang terambil dari tulisan pujangga Hovhannes Tumanyan, “The Legend of the Moon” berdasarkan puisi Gegham Saryan, penyair idola ketika Tigram masih kanak-kanak. Hentak tarian rakyat kampung halaman menjadi tema utama pada nomor “Kakavik (The Little Partridge)” yang energik.

Nuansa enigmatis sangat terasa dalam “Illusion” juga “A Memory That Became a Dream.” Menarik pula untuk menyimak rendisi “Someday My Prince Will Come,” satu-satunya komposisi jazz standar di album ini, denting pianonya sungguh cemerlang. Sebagai penuntas adalah “Mother, Where are You?” dengan gaya pianistik khas Franz Liszt yang terasa liris.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker