Review

René Marie – I Wanna Be Evil: With Love to Eartha Kitt

Album: I Wanna Be Evil
Label: Motéma Records, 2013

01. I'd Rather Be Burned As a Witch
02. C'est Si Bon
03. Oh, John
04. Let's Do It
05. Peel Me a Grape
06. My Heart Belongs to Daddy
07. I Wanna Be Evil
08. Come On-a My House
09. Santa Baby
10. Weekend

René Marie - I Wanna Be Evil
René Marie - I Wanna Be Evil

Setelah merilis Black Lace Freudian Slip (Motéma, 2011) yang penuh intrik, biduan/penulis lagu René Marie hadir kembali dengan sebuah album berjudul I Wanna Be Evil - with love to Eartha Kitt. Di dalamnya, ia merekognisi seorang penyanyi, aktris, penari, dan bintang kabaret Eartha Kitt (1927-2008) atas sepuluh lagu yang menjadi trademark.

Semisal tembang “C'est Si Bon” yang dibawakan secara sensual (seperti halnya keseluruhan isi album ini), mula-mula versi Inggrisnya lalu selepas tiupan klarinet Adrian Cunningham, René fasih berdendang frankofon. Resitasi balladic “Let's Do It” milik Cole Porter oleh iringan piano Kevin Bales tak berlangsung lama, beralih menjadi lekuk soul dari betotan kontrabas Elias Bailey dan rentak drum Quentin Baxter. Tambah semarak dengan aksi muted-wah trombonis Wycliffe Gordon.

Kemudian beranjak menuju “My Heart Belongs to Daddy” yang sekilas berirama latin dengan nuansa minor, René suguhkan interpretasi lirikal beserta hembus klarinet Adrian juga trumpet Etienne Charles. Pada title track “I Wanna Be Evil” adalah puncak energi alam bawah sadar yang membuncah, cepat melaju swing pula tampilkan vokal René yang ikonik.

Iringan perkusi atas “Come On-a My House” berikan impresi tribal, dan selaras juga René menyanyikannya. Tembang akhir tahun “Santa Baby” dilantunkan amat lembut dan membuai, terhias bisikan muted trumpet yang menambah intim suasana. Mengayun santai, nomor bertajuk “Weekend” akhiri perjumpaan dengan lirik tulisan René yang patut dipertimbangkan.

Personil

René Marie: vokal
Wycliffe Gordon: trombon
Adrian Cunningham: saksofon tenor, klarinet, flute
Etienne Charles: trumpet, perkusi
Kevin Bales: piano
Elias Bailey: kontrabas
Quentin Baxter: drum, perkusi

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp chat