Review

Jo-Yu Chen – Stranger

Album: Stranger
Label: Okeh Records, 2014

01. Mon Cher
02. Wolfman
03. Castle
04. Fragments
05. Stranger
06. The Pirate
07. Interlude
08. Song for Ryder
09. Happy New Year
10. Art of Darkness
11. Foliage at Night (Dedicated to Kodaiji Temple, Kyoto)

Jo-Yu Chen - Stranger
Jo-Yu Chen – Stranger

Lahir dan berasal dari Taiwan, pianis merangkap komposer Jo-Yu Chen pindah domisili ke New York di usia 16 tahun. Kala itu, dirinya melanjutkan studi di sekolah musik kondang The Juilliard School, namun dengan oboe sebagai instrumen utamanya. Kemudian ia mendapatkan gelar doktoral dari Columbia University sambil Jo-Yu mulai mengasah keterampilan piano klasik serta berkenalan dengan jazz yang merupakan teritori baru untuknya.

Selanjutnya ia menekuni jazz di The New School for Jazz and Contemporary Music, pula belajar dengan pianis/organis Sam Yahel serta Jason Moran dan Kevin Hays. Di tahun 2009 Jo-Yu meluncurkan album debut Obsession bersama tandem trionya, Christopher Tordini (kontrabas) dan Tommy Crane (drum), berlanjut rilis kedua Incomplete Soul (2012) dengan formasi sama.

Stranger adalah album ketiga atas nama Jo-Yu Chen sendiri sekaligus rilis internasional pertama, dipayungi label Okeh Records. Berisi 11 nomor yang sepuluh di antaranya merupakan karya asli Jo-Yu, album ini menunjukkan kepiawaian sang empunya album dalam menggubah musik, di samping tarian jemari pianistik yang teliti dan jernih. Bunyi yang dihasilkan oleh Jo-Yu dan rekan gambarkan rupa jazz masa kini, semisal awalan “Mon Cher” yang simpel namun sarat perenungan.

Tampak begitu banyak permainan nuansa antar komposisi, contohnya title track “Stranger” yang prasaja juga terasing, piano tunggal kontemplatif “Interlude,” pun dekonstruksi ritmik “Fragments” yang ditampilkan Jo-Yu, Chris dan Tommy secara natural. Turut ambil bagian ialah bintang tamu gitaris Kurt Rosenwinkel di tiga trek, dalam sentuhan jazz latin atas “The Pirate,” tonal gitar kelam “Art of Darkness,” dan nomor elusif “Castle.”

Preferensi Asia kentara sekali dalam rendisi “Happy New Year” gambarkan kemeriahan pesta rakyat Tiongkok terhias interaksi rapat ketiga pemain, dan nomor pamungkas “Foliage at Night.” Di komposisi terakhir yang didedikasikan untuk Kuil Kōdaiji di Kyoto tersebut, terasa sekali impresi meditatif, saat denting piano neo-romantik merepresentasikan gerak dedaunan tertiup angin di tengah gelapnya malam.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker