Review

Stefano Bollani – Joy in Spite of Everything

Album: Joy in Spite of Everything
Label: ECM Records, 2014

1. Easy Healing
2. No Pope No Party
3. Alobar e Kudra
4. Las hortensias
5. Vale
6. Teddy
7. Ismene
8. Tales from the Time Loop
9. Joy in Spite of Everything

Stefano Bollani - Joy in Spite of Everything
Stefano Bollani – Joy in Spite of Everything

Pianista kelahiran Milan, Stefano Bollani ialah satu dari beberapa musisi terbaik Italia yang cukup tenar di ranah jazz internasional. Reputasi itu diperolehnya lewat integritas permainan dan komposisi, preferensi bunyi luas serta banyak menjalin kolaborasi lintas genre. Berbagai format telah ia garap, baik piano tunggal, duet (Orvieto dengan Chick Corea, ECM, 2011), trio hingga orkestra—bersama Gewandhaus Orchester Leipzig bawakan karya-karya Gershwin (Decca, 2010).

Pada rilis terkini untuk label ECM bertajuk Joy in Spite of Everything, Stefano kembali suguhkan rangkaian buah karya jempolan—sembilan trek dalamnya ditulis oleh Stefano—yang berikan pengalaman dengar tak terlupakan.

Sebelum membahas garapan bunyi Stefano, perlu untuk melihat konfigurasi pemain dalam album ini. Dua musisi Denmark, Jesper Bodilsen (kontrabas) dan Morten Lund (drum) telah satu dekade berkongsi dengan Stefano pada format trio, berikut dua rekan Amerika, gitaris Bill Frisell dan sakofonis Mark Turner. Pun, keduanya lama sudah dinanti oleh Stefano untuk berkolaborasi.

Alih-alih menjadi tampilan solo piano dengan iringan belaka, Stefano justru hadirkan sebuah sesi dialog empatik antar kelima pemain. Selain itu, ia berperan besar dalam proyeksi kualitas sound personal masing-masing kolaborator secara optimal. Dengan jeli, Stefano merangkainya lewat komposisi yang organik dan mengalir.

Pembuka “Easy Healing” berikan mukadimah atas pesan utama Joy in Spite of Everything, sebagai pemulihan alternatif di tengah dunia yang semakin kalut ini. Nomor tersebut tampilkan riak-riak calypso yang tema primernya dikemukakan oleh Stefano, Bill dan Mark, sementara Jesper dan Molten melandasi dengan ritmik teratur. Berlanjut kepada rekognisi untuk Thelonious Monk di ayunan kuat “No Pope No Party,” lalu ubahsuai konfigurasi trio dalam “Alobar e Kudra” yang terambil dari epik Tom Robbins, Jitterbug Perfume.

Saksofonis Mark Turner mendapat porsi ekstensif dalam “Las hortensias,” tiupannya terdengar melantun dan menerawang serta terjalin erat dengan spontanitas komplemen harmonik Stefano. Di nomor lain, “Teddy,” Bill Frisell dan Stefano Bollani tampilkan duet riskan gitar/piano yang berhasil mereka eksekusi berkat pengalaman berbagi-dengar yang terasa sangat alami.

Berdurasi lebih dari 12 menit, “Vale” kembali ke susunan kuintet dengan laju perlahan namun pasti. Kemudian simaklah enigmasi “Ismene” sebagai perimbangan antara bunyi dan sunyi. Akhirnya, album ini tuntas lewat laju lincah title track “Joy in Spite of Everything” dan tampilkan pula kecakapan pianistik Stefano yang mendapat dukungan penuh Jesper dan Morten secara kukuh dan mapan.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker