Review

Cassandra Wilson – Coming Forth by Day

Album: Coming Forth by Day
Label: Legacy Records, 2015

01. Don’t Explain
02. Billie’s Blues
03. Crazy He Calls Me
04. You Go to My Head
05. All of Me
06. The Way You Look Tonight
07. Good Morning Heartache
08. What a Little Moonlight Can Do
09. These Foolish Things
10. Strange Fruit
11. I’ll Be Seeing You
12. Last Song (For Lester)

“It’s beyond improper—it’s considered rude, in jazz, to imitate someone. So for me to do a tribute to Billie Holiday and imitate her style or her context would be almost insulting.”
— Cassandra Wilson

Cassandra Wilson - Coming Forth by Day
Cassandra Wilson – Coming Forth by Day

Terlahir Eleanora Fagan pada 7 April 1915, Billie Holiday ialah salah satu ikon kultural abad 20 yang sangat berpengaruh. Terlebih dalam dunia jazz, bahkan setelah ia meninggal dunia di bulan Juli 1959, influens Billie tetap ada hingga kini. Keunikan gaya bernyanyi Billie, teristimewa untuk manifestasi emosional di tiap penampilannya, menginspirasi banyak vokalis lintas generasi, tak terkecuali Cassandra Wilson. Di rilis terbaru Coming Forth by Day, ia berikan sebuah tribute untuk Billie yang bertepatan pula dengan satu abad hari lahir sang “Lady Day.”

Di sisi lain, Cassandra merupakan figur terdepan dalam vokal jazz, yang dapat dicermati dari sejumlah rilis bertema eklektik sarat inovasi. Bertolak atasnya, adalah sebuah diskrepansi jika membayangkan album ini akan bersifat daur-ulang semata.

Cassandra melibatkan sederet pemain dengan latar musikal beragam; gitaris T Bone Burnett dan Nick Zinner, drummer Thomas Wydler dan basis Martyn P. Casey dari band rock eksperimental Nick Cave and the Bad Seeds, reedman Robby Marshall di saksofon dan klarinet, juga rekan lama John Cowherd (piano) dan Kevin Breit (gitar) ditambah aransemen gesek oleh Van Dyke Parks.

Bermula oleh ambience blues kelam “Don’t Explain” lewat getaran suara contralto idiosinkratik Cassandra, kemudian bergulir kepada dendang bercakap “Billie’s Blues” dihiasi aksen klarinet Robby. Sedangkan “Crazy He Calls Me” menyertakan elemen musik country berikut lapisan string section pemberi rona.

Garapan unik “You Go to My Head” memberi indikasi akan bunyi rock alternatif, pun “All of Me” banyak memainkan olah sound sebagai gambaran nuansa serta mood di dalam tembang itu. Terkesan vintage, Cassandra melantun sebuah ballad “The Way You Look Tonight” secara reflektif ditambah iringan seksi gesek atasnya.

Isu rasial yang terkandung dalam “Strange Fruit” diaktualisasikan kembali oleh Cassandra, mengingat rentetan peristiwa baru baru ini. Simak perubahan tensi menjelang akhir lagu tersebut sebagai reaksi atas absurditas peradaban yang hingga kini masih saja terjadi. Selepas nuansa elusif “I’ll Be Seeing You” yang melambat, album ini ditutup oleh satu lagu gubahan Cassandra, “Last Song (For Lester).”

Lewat tembang itu, Cassandra hadirkan sebuah selesaian atas kisah Billie dan Pres (Lester Young), terutama saat pihak keluarga Pres melarang Billie untuk bernyanyi di pemakaman Pres (Billie pun wafat empat bulan berselang). Lagu tersebut umpama sematan bunga cempaka oleh Billie, sebagai salam takzim terakhir untuk Pres, sang sahabat.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker