Review

Snarky Puppy & Metropole Orkest – Sylva

Album: Sylva
Label: Impulse! Records, 2015

1. Sintra
2. Flight
3. Atchafalaya
4. The Curtain
5. Gretel
6. The Clearing

Snarky Puppy & Metropole Orkest - Sylva
Snarky Puppy & Metropole Orkest – Sylva

Dengan karisma seorang Michael League sebagai pengampu, grup kolektif Snarky Puppy berpaut pada interaksi pertunjukan langsung dengan audiens, baik saat rekaman maupun konser. Konsep itu dapat dicermati dalam sejumlah rilis antara lain Tell Your Friends, Ground UP, Amkeni, Family Dinner: Vol.1 dan We Like It Here.

Di Indonesia, Snarky Puppy telah dua kali berturut-turut tampil di Java Jazz Festival (2014, 2015). Terlepas dari luputnya ekspektasi pengalaman auditif—mungkin karena telusur YouTube sebelumnya—toh nyatanya penonton mereka selalu ramai dan rela mengantre.

Saat ditanya perihal keinginan yang harus terwujud sebelum tutup usia, jawaban Michael hanya satu: membuat album dengan orkestra. Dan, inilah rilis perdana Snarky Puppy (untuk Impulse! Records) bertajuk Sylva, berkongsi dengan orkes hibrida asal negeri Belanda, Metropole Orkest. Mendaftar enam trek yang konon kabarnya terilhami dari hutan dan pegunungan, Sylva meleburkan aneka spektrum bunyi dan nuansa; sinematik, geliat funk modern, simfonik juga spontanitas improvisasi.

Alih-alih hanya sebagai pemanis belaka, Metropole Orkest menjadi senyawa bunyi integral, sehingga trek demi trek dapat utuh terwujud. Tentunya hal tersebut merupakan peran besar sang konduktor Jules Buckley yang mampu bersinergi dengan ide-ide musikal Michael.

Album ini dimulai oleh “Sintra,” prakata seksi gesek antarkan kepada irama tarian meliputi tema utama, bersambung “Flight” yang berlekuk funk, padukan perirana elektronik dan akustik serta lampirkan interaksi trading fours yang cekatan.

Nomor dengan waktu tempuh panjang, akhiran “The Clearing” (19 menit) dan “The Curtain” (15 menit) menantang stamina para pemain untuk tetap menjaga intensitas bunyinya. Pun, di trek penutup tersebut kontruksinya berbasis jam session, sedangkan yang berikutnya memiliki banyak tema yang seringkali kontradiktif, teraksen solo Flügelhorn, dan denting piano balladic Bill Laurance di tengah sunyi.

Pada bagian lain, “Gretel” ditampilkan layaknya sebuah soundtrack film kolosal, dengan lapisan seksi gesek dan tiup sebagai urat nadinya. Rasa berbeda turut disajikan dalam sebuah nomor soul-funk yang sangat brassy, “Atchafalaya,” ketika lini tiup logam menjadi bintangnya.

Album ini memiliki kualitas sound yang prima, detail bunyi serta muatan emosi yang dimainkan oleh Snarky Puppy bersama Metropole Orkest dapat terasa langsung mengena. Selain itu, mengingat Sylva digarap live, setelah menyimaknya, agak sulit untuk tidak cemburu kepada para audiens yang berhoki saksikan langsung sesi fenomenal ini.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker