Review

Chłopcy Kontra Basia – Oj Tak!

Album: Oj Tak!
Label: Riverboat Records, 2014

01. Mam ja męża
02. Oj tak
03. Hej zagraj muzyczko
04. Krzywa noga
05. Jerzy
06. Kasia
07. Sukienka
08. Bociek
09. O Martusi pchełce
10. Wieczerza
11. Lament
12. Sekret

Chlopcy Kontra Basia - Oj Tak!
Chlopcy Kontra Basia – Oj Tak!

Berasal dari Polandia, tepatnya kota Kraków, trio Chłopcy Kontra Basia digawangi oleh tiga sekawan, yaitu biduan/penulis lagu/multi-instrumentalis Basia Derlak, Marcin Nenko selaku kontrabasis dan pemain perkusi Tomasz Waldowski. Album bertajuk Oj Tak! ini adalah rilis perdana mereka, mencantum selusin trek berlirik Bahasa Polandia.

Keunikan Oj Tak! bukan hanya dari syairnya saja, namun terlebih kepada garapan musik yang berani untuk eksperimentasi—memadukan elemen tradisional Polandia dengan bebunyian modern—dalam struktur eklektik dan permainan luwes serta organik.

Materi album ini banyak terinspirasi dari kumpulan cerita rakyat serta dongeng Slavik, yang dibawakan kembali dengan cara berbeda oleh Basia dan kedua rekan. Salah satu kekuatan soniknya terdapat pada karakter suara unik Basia, semisal pada nyanyian tunggal “Kasia” yang berikan sugesti lansekap Eropa Timur lewat lantuan melismatis atas titilaras lidyzowanie. Dentuman kontrabas Marcin di nomor pembuka “Mam ja męża” menjadi penghubung sekaligus landasi irama, bersinergi dengan vokal Basia dan rentak drum Tomasz yang poliritmis.

Pada title track “Oj tak,” groove kuatnya begitu menular, ditambah gradasi tegangan di bagian akhirnya, kemudian “Hej zagraj muzyczko” merupakan nomor sinkopatik pemicu goyang badan. Musisi tamu Mariusz Obijalski ambil bagian dalam “O Martusi pchełce” lewat denting Rhodes, berpadu sengau klarinet serta frasa-frasa teatrikal yang mencuri perhatian.

Simak juga tiupan-tiupan distingtif instrumen bernama futujara (modifikasi dari fujara), suling overtone vertikal dari ranah Slavia, dimainkan oleh Tomasz pada “Jerzy” dan berbalut nuansa dubstep sebagai ajakan melantai. Selepas metrik ritme ganjil “Lament” yang terindikasi tarian, album ini tuntas dengan konklusi “Sekret,” saat bunyi terpadu vokal liris, petikan kontrabas ostinatik dan denting piano komplementer hadirkan atmosfer imajinatif bagai perteduhan.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker