Review

David Manuhutu (feat Adam Rogers & Peter Bernstein) – A Journey

Frasa “A Journey” tersebut, disematkan dalam sebuah album seorang pianis muda –yang sering disebut-sebut sebagai harapan masa depan Jazz Indonesia- bernama David Manuhutu. Album yang dirilis tahun ini, cukup membuat bangga dengan adanya nama dua orang gitaris Jazz “senior” seperti Adam Rogers dan Peter Bernstein yang tertera dalam album tersebut, selain dua orang gitaris Jazz senior tersebut, tentunya ada beberapa musisi yang dilibatkan dalam proses melahirkan karya ini, seperti Alex Clafly (Bass), Endang Rukandi (Kendang & Suling), Ken Ychicawa (Drums).

Album ini, menjadi sebuah entitas bagi perjalanan seorang David yang sudah mulai belajar piano sejak berusia 5 tahun, hingga beragam performance yang ia nikmati hingga saat ini. Proses bermusiknya ia tempa tanpa main-main di Berklee College of Music, tempat “ngampus” John Scofield dan Esperanza Spalding, juga Andezzz. Perjalanan yang cukup panjang dan masih belum usai tersebut nampaknya terekam dengan jelas di album ini.

Simak komposisi Bubuy Bulan, yang digubah kembali oleh David, dengan bantuan Endang Rukandi, komposisi ini cukup memberikan nuansa atmosferik. dengan tempo cukup lamban. Meskipun tanpa vokal, nyatanya komposisi ini pun masih memberikan kesan kesenduan yang dapat kita rasakan, terlebih ketika David menambahkan solonya di bagian ini, menggantikan lirik-lirik tersebut dengan ekspresif.

Simak juga sebuah koherensi dalam memaknai komposisi Bulan Pake Pajong. Suara vokal yang ada dalam lagu yang berasal dari Ambon tersebut, kali ini diterjemahkan menjadi melodi-melodi yang dituturkan oleh Adam Rogers juga David Manuhutu, yang saling bersahutan.

Dua komposisi diatas membuktikan bahwa, pengaruh geografis tak mempengaruhi mereka untuk menggubah lagu-lagu daerah kita dengan romatismenya tersendiri Melalui part solo sebagai pengganti vokal yang mereka mainkan dengan penuh perasaan, rasanya komposisi-komposisi tersebut tak kehilangan makna.

Gitaris Peter Bernstein mendapatkan peran untuk memainkan komposisi di nomor “Leila”, petikan gitarnya yang empuk, mengalun lembut tanpa perlu terburu-buru, kemudian solo piano David pun balik menyapa, setelah itu giliran Alex Clafly dengan vibrasi khas double bassnya yang ikut berbincang dalam komposisi tersebut. percakapan antara mereka dalam komposisi ini terjalin begitu erat. Alih-alih sebagai sebuah album solo dari David Manuhutu, album ini nyatanya lebih kepada dialog-dialog minim ego yang terejawantahkan dalam komposisi-komposisinya.

Album ini, lebih menarik disebut –dengan meminjam istilah dari G. Lakoff- sebagai sebuah metafora konseptual, dimana “A Journey” sendiri menyajikan sebuah proses yang ada untuk menjelaskan segala entitas, yang didasari pada perasaan, pengalaman serta pikiran tentang realitas yang ada atau yang dibayangkan ada. sebagai sebuah saksi atas pencapaian seorang pianis muda harapan Indonesia, David Manuhutu.

Album : A Journey
Artis: David Manuhutu (feat Adam Rogers & Peter Bernstein)
Years : 2017

Track List
1. A Journey (feat. Adam Rogers)
2. Bubuy Bulan (Intro)
3. Bubuy Bulan
4. Princess os Surakarta
5. Leila (feat. Peter Bernstein)
6. Hit (feat. Peter Bernstein)
7. Bulan Pake Pajong ( feat. Adam Rogers)

Tags

Andi Mochamad

Lelaki yang senang sekali membaca tentang Filsafat seni, Hermeneutika, semiotika, postmodern, kurasi terhadap musik, hingga cultural studies.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker